Dra Wiwik Sri Wigati
Apa
itu KAIZALA ?
Kemanfaatan
KAIZALA
Memajukan Pendidikan di Kabupaten Wonogiri
Ketua MKKS Subrayon 01 Wonogiri.
Ketua Tim Kreatif Konten Pendidikan SMP Subrayon 01 Wonogiri
Ketua Tim Kreatif Konten Pendidikan SMP Bersama Pengurus MKKS Sub Rayon 01 Wonogiri.
Kreasi 01 Wonogiri.
Aksi Nyata Memajukan Pendidikan di Kabupaten Wonogiri.
Bergerak Bersama Pasti Bisa Untuk Wonogiri Sukses
Bergerak Bersama Untuk Pendidikan Hebat
Pengembangan Konten dan Inovasi Pembelajaran
Publikasi dan Festival
Seni Budaya
Dra Wiwik Sri Wigati
Apa
itu KAIZALA ?
Kemanfaatan
KAIZALA
Tujuan diselenggarakan MGMP Seni Budaya adalah untuk mengembangkan
kreativitas dan inovasi dalam meningkatkan profesionalisme guru, dengan tujuan
khususnya yaitu memperluas wawasan dan pengetahuan guru mata pelajaran seni
budaya dalam upaya mewujudkan
pembelajaran yang efektif dan efisien. Selain itu kegiatan tersebut bertujuan
menciptakan suasana pembelajaran yang menarik, menyenangkan, mengasyikkan dan
mampu mencetak generasi muda siswa-siswa
yang cerdas, bangga, mampu berkarya menciptakan karya seni yang indah dan bernilai
seni tinggi di era millennia ini.
Kegiatan MGMP Seni Budaya sub
Rayon 01 dilaksanakan tiap sebulan sekali setiap hari Selasa dan tempat
pelasanaannya tidak hanya berkutat di satu tempat saja melainkan bergiliran di seluruh sekolah
yang ada di sub rayon 01 Wonogiri. MGMP
Seni Budaya pernah menyelenggarkan workshop penulisan artikel bekerja sama
dengan Jateng Pos yang bertujuan untuk peningkatan karier guru. Kegiatan
tersebut banyak diikuti bp ibu guru Seni Budaya bahkan bp ibu guru dari lintas
mata pelajaran yang lain. Terbukti penulisan artikel tersebut dapat dinilaikan
untuk Pengajuan Angka Kredit berupa Publikasi Ilmiah (PI). ( RP)
BALADA PEMBELAJARAN JARAK JAUH
SMP Negeri
2 Wonogiri
Dasar Hukum
Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh
Surat Edaran Sesjen Nomor 15 Tahun 2020, yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19)
Pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) selama darurat COVID-19 bertujuan untuk: memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat COVID-19; melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk COVID-19; mencegah penyebaran dan penularan COVID-19 di satuan pendidikan; dan memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik dan orang tua/wali.
BDR dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID 19), yaitu: keselamatan dan kesehatan lahir batin peserta didik, pendidik, kepala satuan pendidikan dan seluruh warga satuan pendidikan menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan BDR; kegiatan BDR dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum; BDR dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup, antara lain mengenai pandemi COVID-19; materi pembelajaran bersifat inklusif sesuai dengan usia dan jenjang pendidikan, konteks budaya, karakter dan jenis kekhususan peserta didik; aktivitas dan penugasan selama BDR dapat bervariasi antar daerah, satuan pendidikan dan Peserta Didik sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses terhadap fasilitas BDR; hasil belajar peserta didik selama BDR diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif; dan mengedepankan pola interaksi dan komunikasi yang positif antara guru dengan orang tua/wali.
BDR dilaksanakan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang
dibagi ke dalam 2 (dua) pendekatan: pembelajaran jarak jauh dalam jaringan
(daring) , pembelajaran jarak jauh
luar jaringan (luring)
Dalam pelaksanaan PJJ, satuan pendidikan dapat memilih
pendekatan (daring atau luring atau kombinasi keduanya) sesuai dengan
ketersediaan dan kesiapan sarana dan prasarana.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri telah
memberikan salah satu fasilitas untuk menunjang Pembelajaran Jarak Jauh dengan
melakukan: Deploy Office 365; Telah membuatkan akun @pdkwonogiri
sekitar 2000 guru dari tingkat Paud, Tk, SD, dan SMP; Melaksanakan pelatihan
pemanfaatan office 365 sekitar 2000 guru dari tingkat Paud, Tk, SD, dan SMP.
Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh mata pelajaran IPA Kelas IXABC SMP Negeri 2 Wonogiri adalah dengan menggunakan Microsoft Teams; Jumlah siswa kelas IX ABC adalah sebanyak 90 orang; Pembuatan kelas di teams, digabung antara kelas IXA, IXB, dan IXC; Jadwal PJJ, IPA Kelas IXABC adalah setiap hari Rabu, dari jam 08.00-09.20; PJJ dengan menggunakan meeting di Kelas IPA IXABC.
Sekolah dan guru: Sekolah dalam proses deploy office 365, sehingga siswa
masuk sebagai tamu, belum memakai akun sekolah; Kadang guru juga mengalami sinyal yang susah; Kekuatan sinyal wifi di sekolah kadang tidak memadai; Guru harus mengaktifkan hot spot pribadi untuk
melakukan meeting; Saat meeting, guru baru sebatas
menyampaikan paparan berupa PPT; Saat
meeting, bila akan menggunakan whiteboard, guru baru sebatas memiliki mouse,
belum mempunyai mouse pen; Sedangkan dari sisi Siswa: Tidak semua siswa memiliki perangkat yang memadai;Kekuatan
sinyal tidak merata, ada daerah yang susah bahkan tidak ada sinyal; Siswa kadang mengeluh kekurangan kuota data; Kemampuan komputasi siswa yang kurang memadai, hanya
mahir saat browsing saja; Saat
meeting, masih ada siswa yang belum mandi, bahkan masih di kamar tidur; Masih terdapat siswa yang lupa mengisi daftar hadir,
dan tidur saat harus mengerjakan tugas. ( HR)
Ernawati, Guru SMPN 6 Wonogiri
Menjelang akhir tahun pembelajaran 2019/2020 wabah covid-19 tiba-tiba memporak-porandakan hampir semua sistem kerja di berbagai aspek, termasuk pendidikan. Bagaimana tidak? Virus mematikan yang berasal dari Cina ini sontak membuat pemerintah segera bertindak untuk mengambil kebijakan. Kebijakan yang tentu saja untuk melindungi rakyatnya agar terhindar dari virus tersebut. Ada beberapa kebijakan yang diambil pemerintah untuk mengantisipasi menularnya virus corona atau covid-19 di masyarakat yaitu mulai dari memberlakukan karantina wilayah (lockdown) hingga PembatasanTugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik adalah mendokumentasikan kegiatan dalam bentuk rekaman video. Kegiatan yang direkam atau didokumentasikan dimulai dari membaca cerita fabel yang terdapat di buku paket bahasa Indonesia kelas 7. Kemudian peserta didik menentukan peristiwa yang terdapat dalam cerita fabel tersebut. Setelah itu, mereka merangkai peristiwa berdasarkan peristiwa yang telah didata menjadi sebuah cerita fabel menggunakan bahasa mereka sendiri. Di sini, peserta didik diberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilannya untuk berimajinasi dan keterampilan menulis cerita. Selanjutnya peserta didik membacakan atau mempresentasikan cerita yang telah disusunnya.
Sebelum pembelajaran
diakhiri, sebagai refleksi, guru menanyakan kesan-kesan peserta didik setelah mendapatkan tugas tersebut. Ternyata peserta didik merasa
senang bisa mengerjakan dan tidak keberatan membuat video.
Video
rekaman atau yang bisa saja disebut dengan istilah beken anak-anak sekarang, yaitu nge-vlog
menjadi kepuasan tersendiri bagi peserta didik. Mereka bisa mengabadikan
kegiatannya sekaligus bisa mengasah keterampilan mereka di bidang
teknologi. Nilai plus lainnya adalah para peserta didik bisa saja menjadi youtuber pemula. Mereka bisa mengisi youtube-nya dengan berbagai video
kegiatan-kegiatan positif yang lainnya.
Hasilnya pun
ternyata peserta didik antusias dan semangat mengerjakan tugas tersebut.
Videonya pun juga tidak mengecewakan untuk ukuran peserta didik kelas 7 SMP. Sosial
Berskala Besar (PSBB).
Sebuah
kebijakan yang diambil pasti ada resiko yang dihadapi, baik dari aspek ekonomi
maupun pendidikan. Dari sisi ekonomi, bisa dikatakan bahwa perekonomian drastis
lesu. Rakyat menangis karena pendapatan berkurang. Banyak terjadi pemutusan
hubungan kerja (PHK), pengurangan karyawan, bahkan banyak tempat-tempat usaha
ditutup. Pendidikan pun terkena imbasnya. Pemerintah mengimbau agar para guru
dan peserta didik melaksanakan pembelajaran dari jarak jauh. Hal tersebut
diharapkan bisa menekan terjadinya kerumunan massa di sekolah atau di berbagai
tempat.
Kebijakan
pemerintah tentang imbauan agar pembelajaran dilakukan dengan non tatap muka
atau yang dikenal dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dengan pembelajaran
jarak jauh ini peserta didik belajar dari rumah (BDR). Pada awal-awal kebijakan
ini diterapkan, guru dan peserta didik memang sempat bingung, bagaimana harus
melakukan pembelajaran. Sementara materi pelajaran harus tersampaikan ke peserta
didik.
Sejak
adanya wabah covid-19 tersebut, guru mencoba memilih metode atau strategi
pembelajaran yang sesuai. Guru berharap para peserta didik tidak merasa
terbebani untuk bisa mengikuti pembelajaran dan tetap bersemangat mengerjakan
tugas-tugas.
Membuat video (nge-vlog) mengasyikan
Istilah
nge-vlog saat ini bukan merupakan
sesuatu yang asing di telinga kita. Apa sebenarnya istilah nge-vlog itu. Seperti yang disampaikan oleh Master Admin dalam
blognya “Sportainment”, 10 Juli 2018,
Vlog adalah sebuah video dokumentasi jurnalistik yang
berada di dalam web yang berisi tentang hidup, pikiran, opini, dan
ketertarikan. Jadi semacam TV. Tapi ini dengan versi sederhana. (https://loop.co.id/articles/apa-sih-vlog-itu-kok-ngetren-banget-ya/full#)
Jadi
pada kegiatan ini nanti, para peserta didik bisa mendokumentasikan aktivitas
mereka. Kemudian menjadikan video.
Membaca
cerita merupakan kegiatan yang disukai anak-anak, apalagi membaca cerita fabel.
Selain menjadi hiburan, bagi mereka kegiatan ini juga melatih keterampilan
dalam memahami dan mengungkapkan kembali cerita yang telah mereka baca. Perkembangan
teknologi yang sangat cepat, membuat semua orang, termasuk anak-anak juga
sangat cepat mengikutinya. Salah satunya adalah gawai atau HP Android. Dengan adanya alat tersebut kegiatan membaca buku
dengan cepat pindah ke membaca HP, terlebih lagi di sana banyak sekali
memberikan fasilitas apapun yang bisa diakses dengan cepat pula. Dengan cara
mengunduh (download), informasi
apapun dapat mereka ketahui dengan cepat.
Telepon
genggam atau handphone banyak sekali
menyediakan fitur-fitur menarik. Fitur-fitur tersebut bisa memfasilitasi anak
mencoba-coba berkreasi, termasuk membuat video kegiatannya sehari-hari, atau
dalam bahasa gaulnya disebut nge-vlog,
yang saat sedang digandrungi masyarakat.
Berlatar
belakang dari hobi masyarakat sekarang yang suka membuat video menggunakan handphone itulah muncul ide guru untuk
menugasi peserta didiknya dengan tugas yang menyenangkan. Meskipun memang
banyak juga kendala yang mereka hadapi. Merekam
kegiatan dalam sebuah video menjadi trend
anak-anak zaman now. Bahkan
sekarang ini banyak sekali youtuber
yang mengunggah video-video mereka. Bagi yang sudah memiliki hobi, kegiatan itu
mengasyikkan.
Berdasarkan
hal itu, guru menggunakan peluang tersebut untuk digunakan sebagai strategi
pembelajaran jarak jauh, sehingga peserta didik tetap asyik dan aktif belajar. Apalagi anak-anak zaman sekarang sudah banyak yang mempunyai
HP. Sebagai sampel praktik baik, guru/penulis mengambil kelas 7A
SMP Negeri 6 Wonogiri, tahun pelajaran 2020/2021.
Di
awal pemberlakuan pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini, guru menyampaikan materi
pelajaran bahasa Indonesia tentang teks fabel, dengan KD Menyusun peristiwa cerita fabel secara urut
atau kronologis. Tujuan kompetensi dasar (KD) ini peserta didik diharapkan mampu menyusun
cerita fabel berdasarkan peristiwa secara urut dan kronologis serta
mengkreasikan kegiatannya dalam bentuk video.
Proses
pembelajaran jarak jauh ini, sebagai pendahuluan, pembelajaran diawali dengan guru
menyapa 32 peserta didik klas 7A melalui WAG. Guru meminta siswa untuk mengisi
link presensi yang telah disediakan. Alhamdulillah semua bisa hadir dan semua peserta
didik dalam keadaan sehat wal afiat. Pada kondisi normal sebelum adanya wabah
covid-19 ini, peserta didik klas 7A ini memang sangat antusias dan aktif dalam
pembelajaran.
Mengawali
pembelajaran dengan berdoa menjadi sebuah pembiasaan yang dilakukan oleh guru.
Pada langkah ini, guru meminta salah satu peserta didik untuk memimpin doa. Memasuki
kegiatan inti pembelajaran, peserta didik diminta menyimak video pembelajaran
terkait kompetensi dasar yang dikirim guru di google classroom. Selain itu, peserta didik juga diminta mempelajari
materi teks fabel di buku paket, halaman 195 s. d. 205. Guru memberikan
penjelasan langsung melalui WAG atau video
call. Kemudian guru membuka kesempatan tanya jawab kepada peserta didik
yang merasa belum memahami materi, melalui chat
whatshapp, video call, atau langsung
di classroom.
Pada tahap
akhir kegiatan inti pembelajaran, guru meminta peserta didik untuk mengerjakan
tugas yang diberikan. Guru tetap memantau dan membimbing peserta didik dalam
belajar jika ada yang mengalami kesulitan. Guru juga meminta partisipasi orang
tua/wali agar bisa mendampingi putra-putrinya dalam belajar.
Tugas yang harus dikerjakan
oleh peserta didik adalah mendokumentasikan kegiatan dalam bentuk rekaman video.
Kegiatan yang direkam atau didokumentasikan dimulai dari membaca cerita fabel
yang terdapat di buku paket bahasa Indonesia kelas 7. Kemudian peserta didik menentukan
peristiwa yang terdapat dalam cerita fabel tersebut. Setelah itu, mereka
merangkai peristiwa berdasarkan peristiwa yang telah didata menjadi sebuah
cerita fabel menggunakan bahasa mereka sendiri. Di sini, peserta didik
diberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilannya untuk berimajinasi dan
keterampilan menulis cerita. Selanjutnya peserta didik membacakan atau mempresentasikan
cerita yang telah disusunnya.
Sebelum pembelajaran
diakhiri, sebagai refleksi, guru menanyakan kesan-kesan peserta didik setelah mendapatkan tugas tersebut. Ternyata peserta didik merasa
senang bisa mengerjakan dan tidak keberatan membuat video.
Video rekaman atau yang bisa saja disebut dengan istilah beken anak-anak sekarang, yaitu nge-vlog menjadi kepuasan tersendiri bagi peserta didik. Mereka bisa mengabadikan kegiatannya sekaligus bisa mengasah keterampilan mereka di bidang teknologi. Nilai plus lainnya adalah para peserta didik bisa saja menjadi youtuber pemula. Mereka bisa mengisi youtube-nya dengan berbagai video kegiatan-kegiatan positif yang lainnya.Hasilnya pun ternyata peserta didik antusias dan semangat mengerjakan tugas tersebut. Videonya pun juga tidak mengecewakan untuk ukuran peserta didik kelas 7 SMP
Mr. Jebret begitulah sapaan akrab guru yang bernama lengkap Pudi Sri Maryatmo,S.Pd. Ayah dua orang anak kelahiran Wonogiri, 4 Desember 1979 ini memiliki banyak ide-ide cemerlang untuk memajukan SMPN 1 Ngadirojo bersama teman-teman seprofesinya beliau merupakan guru yang selalu getol mengkampanyekan sekolah berwawasan lingkungan atau Adiwiyata. Beliau adalah Bapak Pudi Sri maryatmo, S.Pd yang sekarang sedang mengikuti Program Megister Pendidikan ( S2) di Universitas Terbuka yang pantas sekali menyandang predikat sebagai Guru Penggerak Karakter Berbudaya Lingkungan beliau merupakan sosok pendidik yang memiliki keyakinan penuh dan kehadirannya mampu menginspirasi peserta didik. Beliau mampu mengkondisikan pembelajaran yang bermakna dan menggugah kesadaran serta menguatkan keyakinan setiap peserta didik bahwa perilaku berkarakter cinta lingkungan adalah perilaku yang baik dan bermanfaat bagi kebahagiaan dirinya, keluarga, sahabat dan lingkungannya.
Guru yang pernah mengenyam Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surakarta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Biologi pada tahun 1999-2003 ini memiliki beberapa prestasi yang telah diukirnya yaitu Pernah menjadi asisten Dosen di UMS Tahun 2001, Peringkat 5 Guru Berprestasi Kabupaten Wonogiri Tahun 2014, Guru Pemandu Program Bermutu IPA Kabupaten Wonogiri Tahun 2010, Juara 3 Lomba PTK Kabupaten Wonogiri Tahun 2017, Narasumber Sekolah Adiwiyata Kabupaten Wonogiri (SK Kadinas Lingkungan Hidup) Mulai Tahun 2019, Olahraga Pernah Juara 3 Tenis Meja Tingkat Kecamatan HUT PGRI , Pengalaman mengajukan PAK pada waktu naik pangkat golongan 3c mendapatkan nilai 12 di Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif melalui program Adiwiyata, Ketua Program Adiwiyata SMPN 1 Ngadirojo dan menghantarkan menjadi sekolah Adiwiyata Nasional mendapatkan piagam penghargaan dari kementerian lingkungan hidup dan kehutanan serta kementerian Pendidikan dan kebudayaan.
Beliau
saat ini juga sedang mengelola Website-nya untuk mempublikasi adiwiyata yang
berlamat di: www.sobatadiwiyata.com disana memuat
segala kegiatan tentang Adiwiyata selain itu Pudi,S.M juga telah Membuat 4 Buku
ber-ISBN dan 2 Jurnal yang
Ber-ISSN tentang
Adiwiyata
Pesan
beliau
bahwa Program Adiwiyata
yang diimplementasikan di sekolah membuat warga sekolah memiliki keterampilan
abad 21 yang di kenal denga istlah 4C yaitu communication (komunikasi),
collaboration (kolaborasi), critical thinking and problem solving (berpikir
kritis dan pemecahan masalah), creativity and innovation (kreativitas dan inovasi)
dan juga memiliki katakter peduli dan berbudaya lingkungan.
Jadi program adiwiyata tidak hanya gerakan bersih-bersih
dan menanam saja Program
adiwiyata membuat mutu sekolah meningkat, meningkatkan karier karena guru lebih Kreatif, inovatif dalam Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan (PKB) dan meningkatkan prestasi peserta didik.
Pesan yang disampaikan pada reportase tim kreatif 01 yaitu “Semua di dapat tidak sekadar cuma-cuma, tapi dibutuhkan kerja keras, komitmen dan doa, ini baru awal untuk memulai perubahan, semoga ke depan lebih baik lagi, tinggalkan zona aman mulailah dengan aksi nyata. Mulai kapan? Sekarang !
Demikian sekelumit profil Bapak Pudi Sri Maryatmo yang aktivitas kesehariannya sebagai guru IPA di SMPN 1 Ngadirojo dan Perjuangannya memajukan Adiwiyata di Wonogiri. Semoga bisa menginspirasi rekan-rekan guru semua ( HR)