Drs.Eko Sutantyo, M.Pd

Ketua MKKS Subrayon 01 Wonogiri.

Rahayu Widayanti, S,Si,M.Pd

Ketua Tim Kreatif Konten Pendidikan SMP Subrayon 01 Wonogiri

Pengurus MKKS Sub Rayon 01 Wonogiri

Ketua Tim Kreatif Konten Pendidikan SMP Bersama Pengurus MKKS Sub Rayon 01 Wonogiri.

Diskusi Program Tim Kreatif Konten Pendidikan Sub Rayon 01 Wonogiri

Aksi Nyata Memajukan Pendidikan di Kabupaten Wonogiri.

KREASI

Bergerak Bersama Pasti Bisa Untuk Wonogiri Sukses

Tim Kreasi01wonogiri

Bergerak Bersama Untuk Pendidikan Hebat

Bidang 1

Pengembangan Konten dan Inovasi Pembelajaran

Bidang 2

Publikasi dan Festival

Bidang 3

Seni Budaya

PASTI BISA

PASTI BISA

Sabtu, 02 Mei 2020

Box Literasi, Sebuah Upaya Membangun Budaya Baca Tulis Peserta Didik SMP Negeri 3 Ngadirojo

 


Hasil uji oleh Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi ( OECD- Organization for Economic Coopoeration and Development ) dalam Programme for International Student Assesment ( PISA ). PISA 2009 menunjukkan  peserta didik Indonesia berada pada peringkat ke- 57 dengan skor 396 ( skor rata-rata OECD 493 ), sedangkan PISA menunjukkan peserta didik Indonesia berada pada peringkat ke- 64 dengan skor 396 ( skor rata –rata 496 ) ( OECD, 2013 ). Sebanyak 65 negara berpartisipasi dalam PISA 2009 dan 2012.  Dari kedua hasil tersebut ,seperti ditulis dalam buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Menengah Pertama, dikatakan bahwa praktik pendidikan yang dilaksanakan di sekolah belum memperlihatkan fungsi sekolah  sebagai organisasi pembelajaran yang berupaya menjadikan semua warganya menjadi terampil membaca untuk mendukung mereka sebagai pembelajar sepanjang hayat.

Berdasarkan hal tersebut , Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangakan gerakan literasi sekolah ( GLS ) yang melibatkan semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan, mulai dari tingkat pusat ,provinsi, kabupaten/kota, hingga satuan pendidikan. Selain itu, pelibatan unsur eksternal dan unsur publik, yakni orang tua peserta didik, alumni, masyarakat, dunia usaha dan industri juga menjadi komponen penting dalam GLS.

`           GLS dikembangkan berdasarkan sembilan agenda prioritas (Nawacita) yang terkait dengan tugas dan fungsi Kemendikbud, khususnya Nawacita nomor 5, 6, 8, dan 9. Butir Nawacita yang dimaksudkan adalah (5) meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia; (6) meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya; (8) melakukan revolusi karakter bangsa; (9) memperteguh kebinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia. Empat butir Nawacita tersebut terkait erat dengan komponen literasi sebagai modal pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas, produktif dan berdaya saing, berkarakter, serta nasionalis.

            Kegiatan literasi di SMP ini merupakan salah satu wujud Penumbuhan Budi Pekerti sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2015.

Merujuk pada hal-hal tersebut diatas SMP Negeri 3 Ngadirojo berusaha dengan kesungguhan untuk mengadakan GLS melalui sebuah Box Literasi sebagai salah satu upaya kreatif dan inovatif untuk membangun budaya  baca tulis  peserta didik di SMP Negeri 3 Ngadirojo.

Peserta didik SMP Negeri Ngadirojo yang inputnya dari anak- desa di sekitar SMP Negeri 3 Ngadirojo yang pada umumnya minat bacanya masih rendah, serta kondisi ruang baca di perpustakaan kurang ideal dan representatif untuk menampung  sejumlah peserta didik.

SMP Negeri 3 Ngadirojo berusaha dengan kesungguhan agar mereka memiliki budaya baca yang tinggi, dengan menyediakan ,menghadirkan, mendekatkan di tengah-tengah mereka aneka ragam bahan bacaan yang disajikan dalam sebuah box, dengan harapan mereka mempunyai kebiasaan yang bisa dikembangkan, yang akhirnya akan menjadi budaya , sehingga akan membuka cakrawala mereka meskipun mereka anak-anak desa, anak-anak pinggiran. Juga ada harapan meskipun mereka anak-anak desa tetapi mempunyai kemampuan literasi sebagai modal pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas, produktif dan berdaya saing, berkarakter, serta nasionalis.


Berikut Buku Panduan Penggunaan Box Literasi :

KLIK DISINI

Minggu, 23 Februari 2020

SMPN 4 Wonogiri Meraih Juara Kedua dalam Turnamen Catur Tingkat Kabupaten

 

Catur adalah permainan papan strategi dua orang yang dimainkan pada sebuah papan kotak-kotak yang terdiri dari 64 kotak, yang disusun dalam petak 8×8, yang terbagi sama rata dalam kelompok warna putih dan hitam. Permainan ini dimainkan oleh jutaan orang di seluruh dunia. (Wikipedia)

Dalam permainan catur, otak adalah yang memegang peran paling penting daripada anggota tubuh lainnya. Otak akan membutuhkan energi yang tak sedikit ketika sedang bermain catur. Selain itu, otak juga akan terus-menerus berkonsentrasi untuk menentukan langkah yang akan diambil selanjutnya.

Meski tak mengeluarkan keringat, catur adalah olahraga yang cukup melelahkan. Catur bisa masuk cabang olahraga karena otak juga berpikir keras ketika sedang bermain. Hal ini bisa dibilang dengan olahraga otak. Otak para pemain catur akan bisa memprediksi apa langkah yang akan diambil, mulai dari kapan waktunya untuk menyerang atau bertahan. Catur bisa dimainkan oleh semua kalangan dan usia, tapi harus mengetahui apa kekuatan dari setiap bidak catur.

Dalam rangka Turnamen Catur Tingkat Kabupaten Wonogiri, maka SMP Negeri 4 Wonogiri menyeleksi beberapa siswa yang berbakat dalam permainan catur. Kepala SMP Negeri 4 Wonogiri, Sukiman, S.Pd. sangat mengapresiasi adanya turnamen catur di usia yunior. Wakasek Kesiswaan, Noor Effendi, S.Pd.  merasa tergerak untuk menyeleksi siswa siswi SMP Negeri 4 Wonogiri untuk mengikuti turnamen catur. Kerjasama antara Wakil Kepala bidang Kesiswaan dengan salah satu guru SMP Negeri 4 Wonogiri yang ditunjuk sebagai pelatih catur, Drs. Surya Adi Guna membuahkan hasil.

Ananda Hyanuar Bagus Andhira, siswa SMP Negeri 4 Wonogiri kelahiran Bekasi, 20 Januari 2007 yang beralamat rumah di Jalan Sadewo 2 RT 3 RW 1, Wonokarto, Wonogiri menjadi wakil dari SMP Negeri 4 Wonogiri untuk mengikuti turnamen catur tingkat kabupaten yang diselenggarakan di Manyaran pada hari Minggu tanggal 23 Februari 2020.

Bersama Noor Effendi, S.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan mengantar ananda Hyanuar dan berhasil meraih juara II dalam Turnamen Catur tingkat kabupaten.

Prestasi yang cukup membanggakan bagi sekolah. Oleh karenanya kemampuan ananda Hyanur untuk dapat diasah lagi agar ananda Hyanuar ke depannya meraih prestasi yang lebih tinggi [NK].

Selasa, 10 Desember 2019

GUDEP SMP NEGERI 1 SELOGIRI SELENGGARAKAN PERKEMAHAN BLOK

 

Selogiri : Gudep SMP Negeri 1 Selogiri selenggarakan Kemah Blok, bertempat di Lapangan Lingkungan Josutan Kelurahan Kaliancar Kecamatan Seligiri kabueten Wonogiri.
Kegiatan ekstrakurikuler Pramuka merupakan kegiatan Ekstra yang Wajib dilaksanakan di Lembaga Pendidikan Formal. SMP Negeri 1 Selogiri merupakan sekolah yang selalu berusaha membentuk karakter adik-adik Pramuka dengan penuh kesungguhan di kegiatan kepramukaan. Pada bulan Nopember 2019 Gudep SMP Negeri 1  Selogiri menyelenggarakan perkemahan blok yang diikuti oleh siswa kelas VII, VIII dan IX yang dilaksanakan selama tiga hari dua malam.
Kak Kristiadi, S.Pd, M.Pd dalam sambutan pada upacara pembukaan menyampaikan dengan kegiatan perkemahan dapat digunakan untuk menguji hasil latihan yang selama ini dilaksanakan dan juga sebagai ajang latihan untuk belajar mandiri dan bertanggung jawab yang pada akhirnya akan terbentuk pemuda Indonesia yang berkarakter.
Jenis kegiatan yang dilaksanakan pada perkemahan ini meliputi kepemimpinan, teknik kepramukaan, ketangkasan, seni budaya dan dinamika kelompok, dengan harapan dapat membuat peserta perkemahan semangat dan gembira selama mengikuti kegiatan menurut Sutrisno, S.Pd selaku Pembina Pramuka.







Jumat, 29 Maret 2019

PENGALAMAN DI KOTA XUZHU


PENGALAMAN DI KOTA XUZHU

WonogiriSiapa yang tak kenal dengan sosok yang satu ini. beliau adalah Sri Hartono, S.Pd guru mata pelajaran IPA yang saat ini mengajar di SMP Negeri 1 Selogiri. Kiprah beliau dalam dunia Pendidikan tidak diragukan lagi. Pria kelahiran 17 Desember 1969, merupakan salah guru yang mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan 1000 guru belajar keluar negeri. Dimana kesempatan itu merupakan penghargaan atas prestasi yang beliau peroleh yakni sebagai Juara INOBEL pada tahun 2017 tingkat Nasional. Kegiatan 1000 guru belajar keluar negeri ini dilaksanakan di negara Cina yang sekarang bernama Tiongkok. Kegiatan ini terlaksana pada bulan Maret 2019 selama 21 hari, bersama dengan 50 guru dari berbagai daerah di Indonesia difasilitasi oleh Kemdikbud. Pelatihan ini berisi tentang pembelajaran STEM dan HOTS di negeri Tiongkok. Pendidikan STEM merupakan pendekatan Pendidikan dimana Sains, Teknologi, Enjiniering/Rekayasa dan Matematik terintegrasi dengan proses pendidikan berfokus pada pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan mengembangkan daya cipta dalam kehidupan professional. Pelatihan bertempat di China University of Mining and Technology (CUMT) di kota Xuzhou, propinsi Jiangsu, Tiongkok. Adapun waktu pelatihan dimulai tanggal 3 Maret sampai 24 Maret 2019. Sebelum berangkat para peserta diberi pembekalan selama 4 hari dan setelah pulang ke Indonesia membuat laporan selama 2 hari di Jakarta serta melaksanakan diseminasi dan menerapkan pembelajaran sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing. Tujuan umum dari pelatihan guru keluar negeri adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran. Sedangkan tujuan khusus adalah pendalaman substansi materi, pengalamannyata dan wawasan interaks iantarbudaya, pemahaman system Pendidikan di RRT, pengalama nmempelajari proses pembelajaran di kelas, pengalaman dalam penilaian hasil belajar dan wawasan pengembangan implementasi kompetensi abad 21 dan revolusi industri 4.0. Agenda kegiatan pelatihan tersebut sangat padat terdiri dari orientasi pendidikan di negeri Tiongkok, pemahaman tentang Bahasa, kaligrafi dan budaya Tiongkok, observasi pembelajaran di sekolah, dan pengembangan teknologi berbasis STEM.  Pengalaman yang luar biasa dapat mengikuti pelatihan ini dimana Tiongkok adalah negara dengan penguasaan teknologi yang luar biasa, akan tetapi sangat mencintai dan berusaha untuk melestarikan budayanya dengan sangat baik. Keberhasilan pendidikan dan kemajuan teknologi di negeri Tiongkok sangat dipengaruhi oleh kecintaan warga negara pada budayanya sendiri.




Tiongkok pada awalnya mengadopsi teknologi dari negara lain seperti Perancis, Jepang, Jerman dan Amerika. Namun saat ini Tiongkok memiliki cirri khas tersendiri dan menjadi negara maju dengan penguasaan teknologi luar biasa. Penerapan STEM yang sangat tinggi dan menyentuh sendi-sendi kehidupan pada seluruh lapisan masyarakat. Alat transaksi perdagangan, kendaraan listrik, robotik, bisnis, perkantoran, pendidikan, konstruksi,  dan kereta cepat merupakan contoh penerapan STEM. Model pembelajaran yang digunakan dalam penerapan STEM adalah Inquiry dan Problem Base Learning dengan tujuan untuk menghasilkan siswa yang kritis dan kreatif sehingga menjadi manusia yang kreatif dan inovatif. Keuntungan dari teknologi ini, guru dapat mengajar tiga kelas dari tiga sekolah berbeda dalam waktu yang sama. Selain pembelajaran tentang teknologi bagi peserta didik, misalnya teknologi tetang robotic diajarkan dari jenjang yang paling rendah sampai kejenjang tertinggi. Namun tidak ditinggalkan tentang kasih saying karena itu merupakan fakto rutama dalam pendidikan karakter. Kota Xuzhou adalahkotapendidikan yangcukuppadat,aman,bersih dan indah. Sungai di tengahkota yang jernih menunjukkan kedisiplinan masyarakat untuk selalu hidup bersih. Taman dan danau yang bersih, indah dan rapi serta dijaga menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan. Harapan negara kepada peserta pelatihan dan menjadi kewajiban guru sebagai agen perubahan untuk berinovasi dan berkreasi dalam pembelajaran. Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah diseminasi di tempat kerja, kabupaten dan provinsi.Banyak pengalaman yang dapat diterapkan di kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Persaingan global menuntut manusia memiliki kompetensi untuk menghadapinya. Dengan penerapan STEM dan HOTS dalam pembelajaran akan menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi abad 21 dalam menyongsong revolusi industry 4.0. Prestasi yang telah beliau peroleh diantaranya: Juara I OGN kabupaten Wonogiri, Juara I guru berprestasi kabupaten Wonogiri, Juara I PKB kabupaten Wonogiri, Juara III Inobel tingkat Nasional. 

Sabtu, 01 Desember 2018

BERKREASI DENGAN SENI TARI

 

Siapa yang tidak kenal sama gadis manis berlesung pipit yg satu ini, Senyum manisnya kerap kali mondar-mandir di lingkungan SMP 1 Ngadirojo selain punya bakat menari, pernah aktif jadi pengurus OSIS 2017/2018 prestasi akademiknya juga patut diperhitungkan. Sebut saja seli begitulah panggilan akrab dari Dia Astiti Amaseli Anak ke 2 dari 3 bersaudara yang notabene hoby nonton tv ini punya cita-cita ingin jadi dokter jadi ga salah kalau tahun 2018 kemaren di ajukan mewakili Espensa untuk ikut lomba OSN mapel IPA Tingkat Kabupaten, di UN tahun ini seli menarjetkan nilai 100.

Selain itu Putri dari bapak saimin dan ibu supatmi ini jga selalu masuk 3 besar Peringkat Paralel Sekolah, yang terakhir ini malah Pada Penilaian Akhir semseter gasal dan Uji coba Ujian Nasional dia peringkat 1 pararel.Dia juga Mengikuti lomba festival anak sholeh tahun 2018, ikut serta tampil dalam acara ulang tahun dinas lingkungan hidup dengan menarikan tari melati suci bertema jahe sebagai produk unggulan Adiwiyata sekolah dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan positif lain yang diikuti olehnya. Pada wawancara kemaren seli punya pesan buat sahabat markiesa semua "mulilah dari tempatmu berada gunakan yang kau punya lakukan yang kau bisa" begitulah pesan Gadis belia yang mengaku penggemar marc marquest ini.

Berikut Penampilannya bersama Tim Tari SMPN 1 Ngadirojo di acara Hari Lingkungan HIdup Se-Dunia yang dirayakan di Dinas LIngkungan HIdup Kabupaten Wonogiri: