Drs.Eko Sutantyo, M.Pd

Ketua MKKS Subrayon 01 Wonogiri.

Rahayu Widayanti, S,Si,M.Pd

Ketua Tim Kreatif Konten Pendidikan SMP Subrayon 01 Wonogiri

Pengurus MKKS Sub Rayon 01 Wonogiri

Ketua Tim Kreatif Konten Pendidikan SMP Bersama Pengurus MKKS Sub Rayon 01 Wonogiri.

Diskusi Program Tim Kreatif Konten Pendidikan Sub Rayon 01 Wonogiri

Aksi Nyata Memajukan Pendidikan di Kabupaten Wonogiri.

KREASI

Bergerak Bersama Pasti Bisa Untuk Wonogiri Sukses

Tim Kreasi01wonogiri

Bergerak Bersama Untuk Pendidikan Hebat

Bidang 1

Pengembangan Konten dan Inovasi Pembelajaran

Bidang 2

Publikasi dan Festival

Bidang 3

Seni Budaya

PASTI BISA

PASTI BISA
Tampilkan postingan dengan label adiwiyata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label adiwiyata. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Oktober 2020

ADIWIYATA DARI HATI

 


Pada hari sabtu 24 Oktober 2020 Tim Adiwiyata SMP Negeri 1 Ngadirojo yang terdiri dari Pudi Sri Maryatmo, S.Pd, Sutarjo, S.Pd.,M.Pd, Retno Prawati, S.Pd, Apri Indriyanti, S.PdI mendapatkan undangan dari SMPN 1 Jatipurno untuk melakukan sosialisasi Sekolah Adiwiyata mandiri. Seperti diketahui bahwa SMPN 1 Jatipurno merupakan sekolah adiwiyata Nasional 2019 yang aka bersiap menuju manjadi sekolah adiwiyata mandiri.

Misdiyanto, SE, S.Pd.Ing selaku kepala sekolah menyampaikan komitmen SMPN 1 Jatipurno untuk mempersiapakan menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri. Ini tidak terlepas dari dukungan dari seluruh warga sekolah dan anggaran. Semua akan dilakukan agar warga sekolah selalu komitmen melaksanakan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan di Sekolah.



Selajutnya Sutarjo, S.Pd.M.Pd menyampikan terima kasih bahwa Tim Adiwiyata SMPN 1 Ngadirojo di percaya untuk berbagi pengalaman dengan SMPN 1 Jatipurno tentang hal yang berkaitan Adiwiyata. Materi selajutnya disampikan Pudi Sri Maryatmo, S.,Pd yang merupakan salah satu narasumber adiwiyata di kabupaten Wonogiri. Pudi menyapikan Program Adiwiyata dijalankan tergantung dari hati pribadi masing-masing warga sekolah. Sekolah juga harus mengerti kedudukan Tim  adiwiyata dalam struktur organisasi sekolah, sehingga kebijakan adiwiyata dapat di integrasikan dalan 8 Standar Nasional Pendidikan.

Selengkapnya lihat Vidio berikut:


Jumat, 02 Oktober 2020

GELISTA ESPENSA SONGSONG ADIWIYATA MANDIRI


Gelista adalah akronim dari gerakan literasi Espensa yang menjadi program SMPN 1 Ngadirojo untuk mendukung gerakan literasi sekolah (GLS). Literasi adalah seperangkat kemampuan dan keterampilan  individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini bertujuan  untuk  menumbuhkan minat  baca  peserta  didik serta meningkatkan keterampilan  membaca agar pengetahuan dapat  dikuasai secara  lebih baik. Materi baca  berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa  kearifan lokal, nasional, dan  global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik. gerakan literasi sekolah dicanangkan berdasarkan Peraturan  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 secara tersurat yang mengatur tentang GLS.

Adiwiyata adalah upaya membangun program atau wadah yang baik dan ideal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup untuk cita-cita pembangunan berkelanjutan. Adiwiyata  merupakan nama program pendidikan lingkungan hidup dan diharapkan mampu menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga di kemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggungjawab dalam upaya penyelamatan lingkungan. Setiap warga sekolah diharapkan ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat serta menghindari dampak lingkungan yang negatif. Program adiwiyata bukan sebatas nama program untuk tujuan lomba saja, tetapi bisa dilaksanakan oleh semua pihak yang peduli lingkungan hidup. Karena program ini terbukti mampu membangun karakter generasi bangsa.

Pada tanggal 27 September 2019 Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia mengeluarkan peraturan nomor P52/menlhk/setjen/kum.1/9/2019 mengenai gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah dan nomor P53/menlhk/setjen/kum.1/9/2019  penghargaan adiwiyata. Peraturan tersebut mengganti Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 05 Tahun 2013 tentang pedoman pelaksanaan program adiwiyata. Dalam peraturan dijelaskan tentang gerakan PBLHS yaitu gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah yang merupakan aksi kolektif secara sadar, sukarela, berjejaring, dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup. Dalam peraturan tersebut juga dijelaskan tentang penerapan perilaku ramah lingkungan hidup (PRLH) yang merupakan sikap dan tindakan warga sekolah dalam menjaga dan melestarikan fungsi lingkungan hidup

Sehingga disimpulkan bahwa Gelista Espensa merupakan kemaampuan warga SMPN 1 Ngadirojo dalam literasi  adiwiyata  dan memiliki keterampilan abad 21 atau di istilahkan dengan 4C yaitu communication (komunikasi), collaboration (kolaborasi), critical thinking and problem solving (berpikir kritis dan pemecahan masalah), creativity and innovation (kreativitas dan inovasi). Seperti diketahui bahwa SMPN 1 Ngadirojo yang memiliki visi mewujudkan warga sekolah yang disiplin dalam bersikap, luhur dalam berperilaku, unggul dalam berprestasi dan berwawasan lingkungan, merupakan sekolah adiwiyata nasional pada tahun 2018 yang sekarang ini akan maju menuju menjadi sekolah adiwiyata mandiri, dengan produk unggulan Jargo yang akronim dari jaran goyang (jahe racikan nggo tombo meriang), yang memiliki arti jahe ramuan untuk obat demam dan juga bisa untuk memperkuat kekebalan atau imunitas tubuh. Gerakan ini dilakukan seluruh warga sekolah dengan mengelola program SEKAM (sampah, energi, keanekaragaman hayati, air dan makanan) dan program penerapan 3R yaitu reuse (menggunakan kembali sampah), reduce (mengurangi sampah), recycle ( mengolah kembali atau daur ulang).

Peserta didik dalam melakukan kemampuan literasi ini dengan menulis puisi, cerpen,poster yang dimuat di dalam majalah Markiesa. Majalah ini merupakan majalah SMPN 1 Ngadiorjo berisikan karya peserta didik dan guru yang mayoritas bertema adiwiyata. Pada hari sabtu tanggal 19 okober 2019 Dr.Dra. Yuli Bangun Nursanti, M.Pd selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri berkenan meresmikan majalah tersebut di SMPN 1 Ngadirojo, yang pada waktu itu mengusung tema “Gerakan Literasi Tingkatkan Prestasi dan Wujudkan Adiwiyata Mandiri”. Beliau menyampikan capain-capain yang telah diraih SMP Negeri 1 Ngadirojo menunjukkan seluruh warga sekolah memiliki kartakter positif baik dalam bidang akademik maupun lingkungan dan mendukung penuh SMPN 1 Ngadirojo sebagai perwakilan kabupaten wonogiri untuk menjadi sekolah adiwiyata mandiri. “SMPN 1 Ngadirojo bisa menjadi model atau contoh bagi sekolah lain agar setidaknya bisa meraih capaian yang sama atau bahkan lebih baik lagi,” imbuh Kadinas P dan K Kabupaten Wonogiri.

TTidak hanya peserta didik saja tapi guru dan kepala sekolah juga melakukan gerakan literasi adiwiyata ini dengan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) yaitu publikasi ilmiah dan karya inovatif seperti membuat artikel populer ilmiah, penelitian tidakan kelas, best practice, jurnal, teknologi tepat guna dengan tema Adiwiyata. Ada yang membuat buku yang ber-ISBN antara lain berjudul: Adiwiyata Pasti Bisa, Adiwiyata Menggapai Cita, Adiwiyata dari Hati dan Adiwiyata Mengukir Prestasi. Ada juga guru yang membuat tulisan yang di upload di blog internet yang berisi karya PKB yang telah dilakukan dengan tema adiwiyata. Tulisan tentang adiwiyata juga dimuat pada bulan juni tahun 2020 ini di Jurnal INISIASI BAPPEDA yang ber-ISSN yang berjudul Inovasi Jargo Wujudkan Adiwiyata Mandiri di SMP Negeri 1 Ngadirojo Wonogiri dan Inovasi Masa Depan Dengan Akuaponik Wujudkan Adiwiyata Mandiri SMP Negeri 1 Ngadirojo Wonogiri.

Banyak juga para pendidik di SMPN 1 Ngadirojo juga membuat tulisan artikel ilmiah dan best practice dengan tema adiwiyata yang diterbitkan di media masa serta diikutkan dalam lomba antara lain: Gerakan Semut Sebagai Upaya Mewujudkan Sekolah Adiwiyata Mandiri di SMPN 1 Ngadirojo Kabupaten Wonogiri (Hartanto, S.Pd.,M.Pd), Tingkatkan Kesadaran Norma Melalui PLH Pada Pembelajaran PPKn ( Dra. Siti Rohayati), PBL Berbasis Lingkungan Sekolah Tingkatkan Pembelajaran Matematika (Lusita Indiaswati, S.Pd), BARKAS dalam Pembelajaran Seni Budaya (Retno Prawati, S.Pd), Recycle Dalam Pembalajaran Bahasa Inggris Tentang Teks Prosedur (Sri Lestariningsih, S.Pd), BLOKAR Tingkatkan Pembelajaran Matematika (Ronas Anjarwati, S.Pd), Pembelajaran IPS Berbasis Lingkungan Hutan Sekolah (Sutarjo, S.Pd, M.Pd), Teks Eksposisi Melalui  3R Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia (Ida Gunarti, S.Pd), Pemanfaatan Sampah Tingkatkan Hasil Belajar Pada Pembelajaran IPS (Sri Haryani, S.Sos), Tingkatkan Keterampilan Menulis Teks Deskripsi Dengan PLH (Sri Martuti, S.Pd), VoCard dari Kardus Bekas Tingkatkan Pembelajaran Bahasa Inggris (Sri Tursilo Hadiningsih, S.Pd), Pendekatan PjBL Membuat JARGO Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris (Sri Rahayu,S.Pd), Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Melalui Pembelajaran PAI (Apri Indriyati, S.Pdi ), Tingkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Puzle dalam Pembelajaran TIK (Sulisniyati, S.Kom), Pendekatan Konseling Realita Berbasis Adiwiyata Tingkatkan Kedisiplinan Siswa (Herma Rusdianawati, S.Psi), Adiwiyata dari Hati ( Maryati, S.Pd, Septi Puwaningtyas, S.Pd, Agustina Pujiastuti, S.I.Pust), Pendidikan Karakter Adiwiyata Terintegrasi Pada Pembelajaran IPA (Pudi Srimaryatmo, S.Pd)

Semoga dengan adanya Gelista Espensa ini mewujudan visi, misi sekolah yaitu mewujudkan warga sekolah yang disiplin dalam bersikap, luhur dalam berperilaku, unggul dalam berprestasi dan berwawasan lingkungan, mensukseskan program adipura kabupaten wonogiri dan mendukung adiwiyata yang di programkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sehingga SMPN 1 Ngadirojo akan menjadi Sekolah adiwiyata mandiri di kabupaten Wonogiri.(PSM)

Minggu, 27 September 2020

STUDY BANDING SMP N 7 WONOGIRI KE SEKOLAH ADIWIYATA SMP N 1 NGADIROJO

Wonogiri – Study Banding SMP Negeri  7 Wonogiri ke Sekolah Adiwiyata SMP N 1 Ngadirojo dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 26 September 2020 bertempat di SMP Negeri 1 Ngadirojo. Study Banding diikuti oleh Tim Adiwiyata SMP Negeri 7 Wonogiri beserta guru pendukung berjumlah 17 orang, yang dipimpin Oleh Ibu Riyatmi, S.Pd, M.Pd Selaku Kepala Sekolah.Kedatangan rombongan dari SMP Negeri 7 Wonogiri diterima oleh Kepala SMP N 1 Ngadirojo Bapak Hartanto, S.Pd, M.Pd beserta bapak dan ibu guru dan diterima di aula SMP Negeri 1 Ngadirojo. Dalam sambutannya Bapak Hartanto, S.Pd, M.Pd, menyampaikan ucapan terima kasih dan merasa senang bisa berbagi ilmu dan pengalaman kepada SMP N 7 Wonogiri. Beliau juga menyampaikan bahwa perlu adanya tim yang solid dan dukungan dari seluruh warga sekolah untuk bisa mewujudkan sekolah Adiwiyata. “Sekolah adiwiyata tidak hanya dilihat dari banyaknya tumbuhan di sekolah tetapi dilihat dari seluruh aspek yang ada disekolah dan semua harus terdokumentasi dengan baik” imbuh bapak Hartanto, S.Pd, M.Pd

Selanjutnya sebagai nara sumber yang kedua bapak Pudi Sri Maryatmo, S.Pd, M.Pd menyampaikan ada 7 hal  penting yang perlu disiapkan dalam menuju sekolah Adiwiyata yaitu : 1) Buat tim inti. 2) Buat Program (SEKAM).  3) Kesepakatan Program misalnya buat PIN, Lagu Mars. 4) Munculkan produk dan Program unggulan. 5) Perkuat Bukti fisik dan munculkan dalam Web. 6) Sosialisasikan ke  warga sekolah. 7) Susun dokumen penilaian sesuai indikator. “Apabila ke tujuh  hal diatas dapat dilaksanakan dengan baik pasti SMP N7 Wonogiri menjadi Sekolah Adiwiyata” imbuh bapak Pudi.

Acara ini diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan berupa buku majalah Adiwiyata dari Kepala SMP Negeri 1 Ngadirojo bapak Hartanto, S.Pd, M.Pd kepada Kepala SMP Negeri 7 Wonogiri Ibu Riyatmi, S.Pd, M.Pd. Sebelum meninggalkan lokasi, rombongan SMP Negeri 7 Wonogiri di beri kesempatan untuk melihat seluruh lingkungan SMP Negeri 1 Ngadiorojo untuk dapat digunakan sebagai tambahan referensi dalam mengelola sekolah Adiwiyata.