Drs.Eko Sutantyo, M.Pd

Ketua MKKS Subrayon 01 Wonogiri.

Rahayu Widayanti, S,Si,M.Pd

Ketua Tim Kreatif Konten Pendidikan SMP Subrayon 01 Wonogiri

Pengurus MKKS Sub Rayon 01 Wonogiri

Ketua Tim Kreatif Konten Pendidikan SMP Bersama Pengurus MKKS Sub Rayon 01 Wonogiri.

Diskusi Program Tim Kreatif Konten Pendidikan Sub Rayon 01 Wonogiri

Aksi Nyata Memajukan Pendidikan di Kabupaten Wonogiri.

KREASI

Bergerak Bersama Pasti Bisa Untuk Wonogiri Sukses

Tim Kreasi01wonogiri

Bergerak Bersama Untuk Pendidikan Hebat

Bidang 1

Pengembangan Konten dan Inovasi Pembelajaran

Bidang 2

Publikasi dan Festival

Bidang 3

Seni Budaya

PASTI BISA

PASTI BISA

Kamis, 16 Juli 2020

DIKLAT KURIKULUM AWAL TAHUN PELAJARAN 2020/2021 SMP NEGERI 7 WONOGIRI

 


Wonogiri - SMP Negeri 7 Wonogiri menggelar diklat kurikulum di awal tahun pelajaran 2020/2021 secara tatap muka di aula SMP Negeri 7 Wonogiri. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 15 Juli 2020 dengan Narasumber adalah Bapak Drs. Marno, M.Pd. selaku pengawas pembina untuk SMP Negeri 7 Wonogiri. Acara yang dihadiri oleh seluruh guru SMP Negeri 7 Wonogiri ini memiliki tujuan untuk mematangkan persiapan dalam menjalankan roda pendidikan di sekolah khususnya dan di Kabupaten Wonogiri pada umumnya. Karena acara digelar masih dalam suasana pandemi Covid-19, maka tentu saja protokol kesehatan tetap diutamakan. Suasana terasa sedikit berbeda, karena acara digelar di aula SMP Negeri 7 Wonogiri dengan penataan tempat duduk peserta yang berjauhan, semua peserta bermasker, dan tentu saja menghindari kerumunan.
          Acara dimulai dengan pengantar dan pembukaan dari Kepala SMP Negeri 7 Wonogiri, Ibu Riyatmi, S.Pd., M.Pd. Selaku pimpinan di SMP Negeri 7 Wonogiri, beliau mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada Bapak Drs. Marno, M.Pd selaku pengawas pembina dan memohon supaya Bapak Pengawas berkenan memberi pencerahan dan membersamai seluruh peserta diklat ini dengan baik. Ke depan tentu saja pembimbingan dan pendampingan terkait perangkat pembelajaran tetap terus dilaksanakan. Kepada seluruh peserta, Ibu Kepala Sekolah mengajak untuk dapat mengikuti acara dari awal sampai akhir dengan saksama. “Mari gunakan momentum ini untuk belajar terkait kurikulum pada umumnya, dan khususnya terkait perangkat pembelajaran. Walaupun sekarang masih suasana pandemi, tetap persiapan mengajar kita matangkan. Justru inovasi-inovasi dalam pembelajaran mari kita ciptakan dan tingkatkan,” ajaknya.
          Acara inti adalah pemaparan materi yang disampaikan oleh narasumber yakni Bapak Drs. Marno, M.Pd. selaku pengawas pembina SMP Negeri 7 Wonogiri. Di awal paparannya, beliau mengajak kepada seluruh peserta diklat untuk senantiasa bersyukur atas apa yang kita miliki kita dapatkan sampai detik ini. Perenungan tentang sulitnya bertahan di kehidupan sekarang karena adanya pandemi, harus benar-benar menjadi pengingat bahwa betapa beruntungnya menjadi guru (PNS) yang hampir tidak kena dampak pandemi secara perekonomian. Oleh karenanya, bersyukur adalah poin utama yang harus selalu kita kedepankan.
          Materi yang disampaikan oleh narasumber digolongkan menjadi dua bagian besar, yaitu yang pertama, terkait KTSP (kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan); dan yang kedua, adalah terkait persiapan perangkat pembelajaran para guru di SMP Negeri 7 Wonogiri. Untuk Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMP Negeri 7 Wonogiri di awal tahun pembelajaran ini harus segera dipersiapkan dan divalidasi untuk kemudian dipakai sebagai pedoman dan arah langkah SMP Negeri  7 Wonogiri. Hal ini tentu sesuai dengan pengertian kurikulum yang sudah kita ketahui bersama. “Kurikulum yaitu seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pembelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional,” jelasnya.




          Dalam KTSP SMP Negeri 7 Wonogiri harus memuat latar belakang mengapa kurikulum harus dikembangkan. Hal ini harus melihat kondisi ideal dan kondisi riil di sini. Maka harus ada analisis konteks yang kemudian dapat digunakan sebagai acuan untuk mengembangkan kurikulum di SMP Negeri 7 Wonogiri yang tentu saja mengacu pada landasan pengembangan kurikulum.  Selain analisis konteks dan landasan pengembangan, berikut hal-hal yang juga harus ada di dalam KTSP. Antara lain: visi dan misi sekolah, tujuan sekolah, Standar Kompetensi Lulusan, Struktur dan muatan kurikulum, peraturan akademik, dan juga kalender pendidikan. “Maka di awal tahun pembelajaran seperti sekarang ini sekolah harus memiliki Tim Penjamin Mutu Sekolah yang harus sudah mempersiapkan hal-hal yang harus ada di Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan khususnya SMP Negeri 7 Wonogiri,” tambahnya.
          Kemudian untuk guru, wajib hukumnya memiliki perangkat pembelajaran. Di awal tahun pemebelajaran ini mestinya semua guru sudah siap dengan perangkatnya. Walaupun masih dalam suasana pandemi, rencana atau skenario pembelajaran harus tetap disiapkan. Tentu saja disesuaikan dengan kondisi yang ada yaitu pembelajaran jarak jauh. Yang harus disiapkan oleh guru antara lain: rincian minggu efektif, prota, promes, silabus, RPP, rancangan penilaian, dan KKM. “Harap segera membuat perangkat pembelajaran, nanti saya lihat, divalidasi, dan segera diunggah di E-KTSP,” pintanya.
Di akhir paparannya, narasumber mengajak seluruh peserta diklat untuk segera mewujudkan kurikulum SMP Negeri 7 Wonogiri, dan menjadikannya sebagai pedoman.  Kemudian pada sesi tanya jawab narasumber menjawab beberapa pertanyaan dari peserta diklat. Tepat pukul 14.00 kegiatan selesai dan semua berjalan dengan lancar.

Jumat, 10 Juli 2020

SMP Negeri 4 Wonogiri Mengadakan Pelatihan Ms. Office 365 dengan Menerapkan Tutor Sejawat

 

Berkenaan dengan implementasi SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Pelajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) dengan melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)  serta Surat Edaran Dinas Pendidikan kabupaten Wonogiri Nomor 420/2737 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Pelajaran 2020/ 2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Sehubungan perkembangan penyebaran Covid-19 masih belum kondusif maka pembelajaran dilaksanakan dengan Belajar di Rumah (BDR) pola Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Dinas Pendidikan Wonogiri telah mengadakan pelatihan Office 365 secara perwakilan dan telah membuatkan akun bagi semua pendidik di kabupaten Wonogiri. Tetapi tidak semua pendidik dapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan yang diadakan dinas pendidikan kabupaten Wonogiri. Mengingat hal tersebut, maka SMP Negeri 4 Wonogiri berinisiatif untuk mengadakan Pelatihan Pemanfaatan Office 365 di lingkungan SMP Negeri 4 Wonogiri.

Keunggulan Office 365 yang tidak dijumpai pada varian Office lainnya adalah  (1) Selalu mendapatkan update terbaru yaitu Office 365 memungkinkan mendapatkan update terbaru dari aplikasi andalan seperti Word, Excel, Powerpoint, dan Outlook. Selain itu PC yang terinstal software ini juga akan mendapatkan layanan Acces dan Publisher yang tidak pernah ada di Office lainnya, sekalipun Office 2016 terbaru, (2) Punya aplikasi pintar pendukung yaitu dengan Office 365 bisa bekerja lebih mudah, efisien dan cerdas, karena adanya dukungan intelligent apps seperti Smart Lookup, Tell Me, Designer, dan Morph. Semua aplikasi ekslusif ini bisa jadi pemandu kamu selama mengerjakan banyak hal dengan Office 365, (3) Bisa digunakan untuk 5 perangkat berbeda yaitu bisa  menginstal Office 365 ke 5 perangkat PC sekaligus, bahkan bisa dikombinasikan dengan Mac juga, (4) Terintegrasi ke perangkat lain yaitu bisa mendapatkan fitur ekstra menggunakan aplikasi Office ke berbagai perangkat hingga 5 tablet dan 5 smartphone. Bagi  yang punya mobilitas tinggi, tentunya fitur ini sangat membantu dari ketergantungan terhadap satu perangkat PC dalam membuat atau mengedit aplikasi Office, (5) layanan komputasi berbasis awan yaitu seolah memahami moblilitas penggunanya, Office 365 memiliki layanan penyimpanan berbasis awan (cloud) yang memberikan kapasitas sebesar 1 TB melalui OneDrive. Dengan layanan ini bisa membuka dokumen apapun dari perangkat apapun, kapanpun dan di mana pun saja secara aman dan nyaman. (https://blog.bhinneka.com/2016/09/29/5-keunggulan-microsoft-office-365)

Dengan adanya keunggulan-keunggulan di atas, tentunya membuat Office 365 menjadi pertimbangan untuk aplikasi dalam PJJ. Inisiatif yang disampaikan Kepala SMP Negeri 4 Wonogiri, Sukiman, S.Pd. disambut antusias oleh semua guru di SMP Negeri 4 Wonogiri. Dengan menerapkan tutor sejawat, maka pelatihan office 365 dapat terlaksana.

Pada pelatihan ini, tutor sejawat ditunjuk langsung oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Wonogiri yaitu salah satu guru di SMP Negeri 4 Wonogiri yaitu Ningtyas Kusumastuti, S.Pd. Beliau ditunjuk karena telah mengikuti Pelatihan Online Pemanfaatan Office 365 yang diselenggarakan oleh jateng3@jatengpintar.id dengan trainer : Adi Kuswanto dan Master Trainer Agus Dwianto yang dilaksanakan secara full daring pada tanggal 5 – 10 Juli 2020.

Pelatihan selama dua hari diikuti dengan antusias yang tinggi, terbukti bapak ibu guru mengikuti pelatihan selama dua hari dari awal sampai akhir pelatihan diikuti dengan semangat. Pelatihan office 365 ini sangat bermanfaat bagi bapak ibu guru dalam menunjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Selain mempermudah pekerjaan dalam menyampaikan materi maupun memberi ulangan atau kuis ke peserta didik, office 365 ini memiliki tampilan yang menarik sehingga peserta didik juga merasa antusias untuk belajar dengan menggunakan office 365.

Pelatihan office 365 yang telah dilaksanakan telah memberi manfaat bagi bapak ibu guru, dimana sebelum mengenal office 365, masih dominan menggunakan WA group dengan adanya pelatihan office 365 PJJ dapat divariasi dengan menggunakan office 365. Selain tampilan yang menarik ternyata office 365 juga sangat membantu pekerjaan guru dalam absensi maupun koreksi ulangan. Hal tersebut tidak berat lagi dengan adanya office 365, (NK)

Sabtu, 02 Mei 2020

Box Literasi, Sebuah Upaya Membangun Budaya Baca Tulis Peserta Didik SMP Negeri 3 Ngadirojo

 


Hasil uji oleh Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi ( OECD- Organization for Economic Coopoeration and Development ) dalam Programme for International Student Assesment ( PISA ). PISA 2009 menunjukkan  peserta didik Indonesia berada pada peringkat ke- 57 dengan skor 396 ( skor rata-rata OECD 493 ), sedangkan PISA menunjukkan peserta didik Indonesia berada pada peringkat ke- 64 dengan skor 396 ( skor rata –rata 496 ) ( OECD, 2013 ). Sebanyak 65 negara berpartisipasi dalam PISA 2009 dan 2012.  Dari kedua hasil tersebut ,seperti ditulis dalam buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Menengah Pertama, dikatakan bahwa praktik pendidikan yang dilaksanakan di sekolah belum memperlihatkan fungsi sekolah  sebagai organisasi pembelajaran yang berupaya menjadikan semua warganya menjadi terampil membaca untuk mendukung mereka sebagai pembelajar sepanjang hayat.

Berdasarkan hal tersebut , Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangakan gerakan literasi sekolah ( GLS ) yang melibatkan semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan, mulai dari tingkat pusat ,provinsi, kabupaten/kota, hingga satuan pendidikan. Selain itu, pelibatan unsur eksternal dan unsur publik, yakni orang tua peserta didik, alumni, masyarakat, dunia usaha dan industri juga menjadi komponen penting dalam GLS.

`           GLS dikembangkan berdasarkan sembilan agenda prioritas (Nawacita) yang terkait dengan tugas dan fungsi Kemendikbud, khususnya Nawacita nomor 5, 6, 8, dan 9. Butir Nawacita yang dimaksudkan adalah (5) meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia; (6) meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya; (8) melakukan revolusi karakter bangsa; (9) memperteguh kebinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia. Empat butir Nawacita tersebut terkait erat dengan komponen literasi sebagai modal pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas, produktif dan berdaya saing, berkarakter, serta nasionalis.

            Kegiatan literasi di SMP ini merupakan salah satu wujud Penumbuhan Budi Pekerti sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2015.

Merujuk pada hal-hal tersebut diatas SMP Negeri 3 Ngadirojo berusaha dengan kesungguhan untuk mengadakan GLS melalui sebuah Box Literasi sebagai salah satu upaya kreatif dan inovatif untuk membangun budaya  baca tulis  peserta didik di SMP Negeri 3 Ngadirojo.

Peserta didik SMP Negeri Ngadirojo yang inputnya dari anak- desa di sekitar SMP Negeri 3 Ngadirojo yang pada umumnya minat bacanya masih rendah, serta kondisi ruang baca di perpustakaan kurang ideal dan representatif untuk menampung  sejumlah peserta didik.

SMP Negeri 3 Ngadirojo berusaha dengan kesungguhan agar mereka memiliki budaya baca yang tinggi, dengan menyediakan ,menghadirkan, mendekatkan di tengah-tengah mereka aneka ragam bahan bacaan yang disajikan dalam sebuah box, dengan harapan mereka mempunyai kebiasaan yang bisa dikembangkan, yang akhirnya akan menjadi budaya , sehingga akan membuka cakrawala mereka meskipun mereka anak-anak desa, anak-anak pinggiran. Juga ada harapan meskipun mereka anak-anak desa tetapi mempunyai kemampuan literasi sebagai modal pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas, produktif dan berdaya saing, berkarakter, serta nasionalis.


Berikut Buku Panduan Penggunaan Box Literasi :

KLIK DISINI

Minggu, 23 Februari 2020

SMPN 4 Wonogiri Meraih Juara Kedua dalam Turnamen Catur Tingkat Kabupaten

 

Catur adalah permainan papan strategi dua orang yang dimainkan pada sebuah papan kotak-kotak yang terdiri dari 64 kotak, yang disusun dalam petak 8×8, yang terbagi sama rata dalam kelompok warna putih dan hitam. Permainan ini dimainkan oleh jutaan orang di seluruh dunia. (Wikipedia)

Dalam permainan catur, otak adalah yang memegang peran paling penting daripada anggota tubuh lainnya. Otak akan membutuhkan energi yang tak sedikit ketika sedang bermain catur. Selain itu, otak juga akan terus-menerus berkonsentrasi untuk menentukan langkah yang akan diambil selanjutnya.

Meski tak mengeluarkan keringat, catur adalah olahraga yang cukup melelahkan. Catur bisa masuk cabang olahraga karena otak juga berpikir keras ketika sedang bermain. Hal ini bisa dibilang dengan olahraga otak. Otak para pemain catur akan bisa memprediksi apa langkah yang akan diambil, mulai dari kapan waktunya untuk menyerang atau bertahan. Catur bisa dimainkan oleh semua kalangan dan usia, tapi harus mengetahui apa kekuatan dari setiap bidak catur.

Dalam rangka Turnamen Catur Tingkat Kabupaten Wonogiri, maka SMP Negeri 4 Wonogiri menyeleksi beberapa siswa yang berbakat dalam permainan catur. Kepala SMP Negeri 4 Wonogiri, Sukiman, S.Pd. sangat mengapresiasi adanya turnamen catur di usia yunior. Wakasek Kesiswaan, Noor Effendi, S.Pd.  merasa tergerak untuk menyeleksi siswa siswi SMP Negeri 4 Wonogiri untuk mengikuti turnamen catur. Kerjasama antara Wakil Kepala bidang Kesiswaan dengan salah satu guru SMP Negeri 4 Wonogiri yang ditunjuk sebagai pelatih catur, Drs. Surya Adi Guna membuahkan hasil.

Ananda Hyanuar Bagus Andhira, siswa SMP Negeri 4 Wonogiri kelahiran Bekasi, 20 Januari 2007 yang beralamat rumah di Jalan Sadewo 2 RT 3 RW 1, Wonokarto, Wonogiri menjadi wakil dari SMP Negeri 4 Wonogiri untuk mengikuti turnamen catur tingkat kabupaten yang diselenggarakan di Manyaran pada hari Minggu tanggal 23 Februari 2020.

Bersama Noor Effendi, S.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan mengantar ananda Hyanuar dan berhasil meraih juara II dalam Turnamen Catur tingkat kabupaten.

Prestasi yang cukup membanggakan bagi sekolah. Oleh karenanya kemampuan ananda Hyanur untuk dapat diasah lagi agar ananda Hyanuar ke depannya meraih prestasi yang lebih tinggi [NK].

Selasa, 10 Desember 2019

GUDEP SMP NEGERI 1 SELOGIRI SELENGGARAKAN PERKEMAHAN BLOK

 

Selogiri : Gudep SMP Negeri 1 Selogiri selenggarakan Kemah Blok, bertempat di Lapangan Lingkungan Josutan Kelurahan Kaliancar Kecamatan Seligiri kabueten Wonogiri.
Kegiatan ekstrakurikuler Pramuka merupakan kegiatan Ekstra yang Wajib dilaksanakan di Lembaga Pendidikan Formal. SMP Negeri 1 Selogiri merupakan sekolah yang selalu berusaha membentuk karakter adik-adik Pramuka dengan penuh kesungguhan di kegiatan kepramukaan. Pada bulan Nopember 2019 Gudep SMP Negeri 1  Selogiri menyelenggarakan perkemahan blok yang diikuti oleh siswa kelas VII, VIII dan IX yang dilaksanakan selama tiga hari dua malam.
Kak Kristiadi, S.Pd, M.Pd dalam sambutan pada upacara pembukaan menyampaikan dengan kegiatan perkemahan dapat digunakan untuk menguji hasil latihan yang selama ini dilaksanakan dan juga sebagai ajang latihan untuk belajar mandiri dan bertanggung jawab yang pada akhirnya akan terbentuk pemuda Indonesia yang berkarakter.
Jenis kegiatan yang dilaksanakan pada perkemahan ini meliputi kepemimpinan, teknik kepramukaan, ketangkasan, seni budaya dan dinamika kelompok, dengan harapan dapat membuat peserta perkemahan semangat dan gembira selama mengikuti kegiatan menurut Sutrisno, S.Pd selaku Pembina Pramuka.