Drs.Eko Sutantyo, M.Pd

Ketua MKKS Subrayon 01 Wonogiri.

Rahayu Widayanti, S,Si,M.Pd

Ketua Tim Kreatif Konten Pendidikan SMP Subrayon 01 Wonogiri

Pengurus MKKS Sub Rayon 01 Wonogiri

Ketua Tim Kreatif Konten Pendidikan SMP Bersama Pengurus MKKS Sub Rayon 01 Wonogiri.

Diskusi Program Tim Kreatif Konten Pendidikan Sub Rayon 01 Wonogiri

Aksi Nyata Memajukan Pendidikan di Kabupaten Wonogiri.

KREASI

Bergerak Bersama Pasti Bisa Untuk Wonogiri Sukses

Tim Kreasi01wonogiri

Bergerak Bersama Untuk Pendidikan Hebat

Bidang 1

Pengembangan Konten dan Inovasi Pembelajaran

Bidang 2

Publikasi dan Festival

Bidang 3

Seni Budaya

PASTI BISA

PASTI BISA

Sabtu, 27 Februari 2021

MGMP PJOK SUBRAYON 01 WONOGIRI GELAR KEGIATAN KOLEKTIF GURU


 

MGMP PJOK subrayon 01 Kabupaten Wonogiri yang merupakan wadah bagi guru-guru olahraga mengadakan kegiatan kolektif guru pada Sabtu, 27 Februari 2021 secara virtual melalui kegiatan webinar karena adanya pandemi Covid-19.  Hadir dalam kegiatan ini sebagai narasumber Bapak Wakimin, S.Pd., M.Pd., yang juga merupakan Koordinator Pengawas SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri, Koordinator MGMP PJOK subrayon 01 Wonogiri sekaligus yang mengampu Kepala SMPN 2 Selogiri, ketua MGMP PJOK Kabupaten Wonogiri, serta seluruh guru mapel PJOK di subrayon 01 Wonogiri. Peserta kegiatan yang masuk dalam meeting room sejumlah 29 guru PJOK, tetapi pada riil kehadiran bisa melebihi dari jumlah itu karena ada beberapa personil yang bergabung menjadi satu di satu titik lokasi. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Prasetyo, S.Pd., selaku ketua MGMP mapel PJOK subrayon 01 Wonogiri. Prasetyo menyampaikan laporan tentang tujuan  kegiatan kolektif guru ini dan  juga jumlah paket pelaksanaan KKG dalam tahun ini. “Saya berharap seluruh  peserta mengikuti acara sampai selesai dan bisa mengimplementasikan apa yang didapat dalam paparan materi dari narasumber,”ujarnya.

Sambutan berikutnya adalah dari Ketua MGMP PJOK Rayon, Sapto Priyono, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada segenap jajaran pengurus MGMP dan guru-guru PJOK yang telah membuat program KKG secara berkesinambungan. Beliau juga mengingatkan bahwa kegiatan KKG itu merupakan kebutuhan guru dalam rangka meningkatkan kompetensinya. Senada dengan ketua MGMP Rayon, Koordinator MGMP PJOK Kristiadi, S.Pd., M.Pd. juga mengingatkan para guru PJOK untuk senantiasa bersemangat dan terus meningkatkan kompetensinya melalui KKG maupun diklat funsional lainnya.

Pada acara virtual ini hadir Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Wakimin, S.Pd., M.Pd, selaku narasumber. Dalam awal paparan, beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada MGMP mapel PJOK subrayon 01 Wonogiri yang telah melaksanakan kegiatan kolektif guru secara vicon. “Penyusunan RPP dilaksanakan dengan prinsip efisien, efektif, dan berorientasi pada murid. Bahwa dari 13 komponen RPP yang telah diatur dalam Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, yang menjadi komponen inti adalah tujuan pembelajaran, langkah-langkah (kegiatan) pembelajaran, dan penilaian pembelajaran (assessment) yang wajib dilaksanakan oleh guru, sedangkan komponen lainnya bersifat pelengkap. Sekolah, kelompok guru mata pelajaran sejenis dalam sekolah, KKG/MGMP, dan individu guru secara bebas dapat memilih, membuat, menggunakan, dan mengembangkan format RPP secara mandiri untuk sebesar-besarnya keberhasilan belajar murid. Adapun RPP yang telah dibuat tetap dapat digunakan dan dapat pula disesuaikan dengan ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 1, 2, dan 3,” jelasnya.

Di samping tentang pengertian dan pengembangan RPP, beliau juga menyampaikan beberapa prinsip dalam menentukan indikator pencapaian kompetensi. Bahwa setiap KD dikembangkan minimal 2 IPK. Dalam menyusun IPK juga harus berprinsip SMART. SMART merupakan kependekan dari Specific (indikator yang dibuat harus berfokus pada satu kemampuan), Measurable (indikator harus dapat diukur dan dievaluasi), Achievable (indicator harus bisa diraih atau dicapai siswa), Reality (indikator hatus nyata dalam prosesnya), Time (perhitungan waktu mencukupi).Dalam hal penyusunan tujuan pembelajaran beliau juga menyampaikan kriteria yang harus perhatikan dalam menyusun tujuan pembelajaran. Kriteria tersebut meliputi: dirumuskan berdasarkan KD; menggunakan kata kerja operasional yang bisa diamati dan diukur, sebaiknya mencakup rumus ABCD, paling tidak ada ABC. Biasanya C (conditioning) diletakkan diawal rumusan tujuan, diikuti dengan unsur-unsur lain, yakni audience, behavior, dan degree; dirumuskan secara spesifik dan tidak dapat diuraikan lagi; dirumuskan untuk tiap-tiap pertemuan.

Mengakhiri paparan beliau berpesan kepada guru PJOK untuk senantiasa meningkatkan kompetensinya. Mulai dari kompetensi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi professional, dan kompetensi sosial. Keempat kompetensi tersebut harus dimiliki oleh guru PJOK dalam rangka menjadi guru PJOK yang profesional.

Jumat, 19 Februari 2021

Sosialisasi Program Kerja 2021 MGMP Prakarya dan TIK

 


Wonogiri : Pada Hari Sabtu (13/2/2021), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Prakarya dan TIK Kabupaten Wonogiri menggelar kegiatan sosialisasi program kerja 2021 secara bersama. Kegiatan bersama ini dilaksanakan mengingat jumlah keanggotaan MGMP Prakarya dan TIK cukup sedikit. Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan secara virtual menggunakan Microsoft Teams. Sosialisasi ini diadakan dengan maksud memberikan pemahaman kepada seluruh guru Prakarya dan TIK tentang program kerja yang akan diselenggarakan MGMP prakarya dan TIK, baik tingkat rayon maupun subrayon.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua MGMP Prakarya Kabupaten Wonogiri, Mamik Tri Hastuti, guru SMP Negeri 2 Wonogiri. Beliau menyampaikan jumlah guru Prakarya dan TIK yang mengajar sesuai disiplin ilmunya hanya sedikit terutama yang berstatus PNS, maka dengan pertimbangan tersebut dan arahan dari Kabid. PTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri maka kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan secara bersama. Menurut beliau kegiatan sosialisasi ini sangat penting dilaksanakan. “Kami memandang perlu diadakan kegiatan ini agar semua guru Prakarya dan TIK  memahami program kerja MGMP ini dan dapat melaksanakan dengan sebaik-baiknya. Sekaligus sebagai pertimbangan dalam penyusunan SKP di 2021 ini,” tegas Mamik Tri Hastuti.


Pemateri kedua adalah Sutrisno Ketua MGMP Prakarya Subrayon 01 Wonogiri yang juga guru Prakarya SMP Negeri 7 Wonogiri, beliau menyampaikan  bahwa kegiatan ini dilaksanakan dengan dasar surat edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri nomor 420/1623, tanggal 29 April 2020 tentang kelanjutan kegiatan KKG/MGMP/KKKS/MKKS. Dalam penjelasannya program kerja 2021 ini mempunyai dua agenda mendasar, pertama adalah Kegiatan Kolektif Guru (KKG) dan yang kedua kegiatan diklat fungsional. “Program tersebut diharapkan dapat terlaksana sesuai jadwal sehingga semua guru baik Prakarya ataupun TIK bisa berperan aktif untuk dapat mengikutinya. Peran aktif dari guru tentu akan berdampak pada kepentingan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) masing-masing guru terpenuhi terutama pada angka kredit Pengembangan Diri (PD),” tegas Sutrisno.


Kegiatan ini dipandu oleh Susanto, guru SMP Negeri 1 Wonogiri, yang bertugas sebagai host dan Sri Harumi, guru SMP Negeri 4 Jatisrono, bertugas sebagai moderator. Semua peserta kegiatan yang bergabung aktif berdiskusi selama berlangsungnya kegiatan tanya jawab. Kegiatan daring ini berjalan lancar sampai berakhirnya acara.



Sabtu, 13 Februari 2021

MGMP IPA Subrayon 01 Wonogiri Sebagai Penyelenggara Grand Opening Kegiatan KKG MGMP IPA Wonogiri



Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA subrayon 01 wonogiri, sukses menjadi panitia penyelenggara dalam Grand Opening Kegiatan Kolektif Guru (KKG) MGMP IPA Kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini merupakan pertemuan in-service 1 pada paket 1 KKG yang mengambil tema “Pengembangan Silabus, RPP, dan Penilaian”. Dihadiri oleh Kepala Dinas P dan K Kabupaten Wonogiri, Pengawas Pembina, Koordinator MGMP IPA SMP Kabupaten Wonogiri, Koordinator MGMP IPA Subrayon, Kepala Sekolah berlatar belakang IPA,  Pengurus MGMP IPA SMP Kabupaten Wonogiri, Pengurus MGMP IPA Subrayon dan guru IPA Kabupaten Wonogiri. Kegiatan berjalan tertib dan lancar meski dilaksanakan secara virtual menggunakan Microsoft Teams (Sabtu, 13-2-2021).



Bertugas sebagai host, Rahayu Widayanti guru SMP Negeri 1 Nguntoronadi, mengawali kegiatan dengan menyapa peserta yang masuk room meeting sebagai tahapan pra acara. Tak kurang dari 230 peserta dapat bergabung dan siap mengikuti kegiatan. Selanjutnya, acara dipandu oleh Sri Wibowo, guru SMP Negeri 7 Wonogiri selaku moderator. Setelah pembacaan susunan acara, kegiatan diawali dengan mengucap Basmallah, dilanjutkan mendengarkan lagu Indonesia Raya.



Parmo, Ketua MGMP IPA SMP Subrayon 01, sekaligus ketua panitia melaporkan  bahwa kegiatan ini mengawali rangkaian Kegiatan Kolektif Guru (KKG)  yang berjumlah 5 paket yang telah menjadi program kerja MGMP selama satu tahun ke depan. Pada kegiatan Paket 1 In-service 1 ini, diikuti oleh seluruh peserta guru IPA yang berasal dari Subrayon 01, 02, 03, 04, dan 05. Disampaikan pula bahwa KKG dibiayai secara mandiri oleh peserta.



Muhammad Irianto Mewal, Kepala SMP Negeri 3 Girimarto selaku Koordinator MGMP IPA SMP Kabupaten Wonogiri, turut hadir dalam kegiatan ini. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang telah aktif mengikuti kegiatan MGMP. Kegiatan kolektif guru merupakan kegiatan untuk saling bertukar pikiran, informasi serta pengembangan materi ajar yang berguna bagi peningkatan mutu pembelajaran. Beliau yakin, kegiatan ini dapat dikembangkan serta dimanfaatkan untuk pengembangan karir guru.



Berkenan membuka kegiatan secara resmi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Yuli Bangun Nursanti. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan guru untuk saling berbagi materi dan kompetensi dalam kegiatan kolektif guru. Beliau juga menyampaikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran meskipun dimasa pandemi dengan pembelajaran yang berkualitas serta meningkatkan inovasi. MGMP merupakan ajang untuk mengasah kompetensi guru agar menjadi professional dan bermutu sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik.



Guru yang aktif mengikuti MGMP akan meningkatkan salah satu point pada akreditasi sekolah sehingga dapat menfasilitasi peserta didik untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Assesmen Kompetensi Minimal (AKM) yang terdiri dari literasi dan numerasi, serta survey karakter adalah materi yang harus dipahami oleh guru dan dapat dilaksanakan dalam kegiatan MGMP. Guru IPA memiliki peluang yang banyak dalam Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Guru yang menemukan cara efektif dalam pelaksanaan PJJ dapat dijadikan best practice sehingga dapat didiseminasikan dan dinilaikan dalam PAK.



Mengusung Tema Pengembangan Silabus, RPP dan penilaian, Sri Hartantiningrum, sebagai narasumber memberikan penguatan serta mengingatkan kembali dasar-dasar penyusunan RPP yang baik. Bagaimana merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) dengan SMART. ditegaskan bahwa IPK yang dirumuskan harus memenuhi aspek Spesific, measurable, achievable, reality dan memperhitungkan time.pada kesempatan tersebut beliau juga menegaskan bahwa langkah awal pengembangan silabus dan RPP adalah fokus pada perumusan Indikator Pencapaian Kompetensi, Tujuan Pembelajaran dan Kegiatan pembelajaran. Karena IPK digunakan sebagai pedoman dalam mengembangkan materi ajar, mendesain kegiatan pembelajaran, mengembangkan bahan ajar serta merancang dan melaksanakan penilaian hasil belajar.



Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Terbukti pada sessi diskusi, banyak pertanyaan yang berkualitas disampaikan oleh peserta dan dijawab dengan baik dan jelas oleh narasumber. Sehingga, peserta mendapatkan pemahaman lebih baik atas materi yang telah disampaikan. Sebagai tagihan peserta untuk kegiatan 0n-service, narasumber meminta peserta untuk praktik membuat silabus, RPP, dan lampirannya, yang nantinya akan dipresentasikan pada pertemuan in-service 2. Pada closing statement-nya beliau kembali mengingatkan untuk menghidupkan kembali MGMP mapel di sekolah untuk meningkatkan mutu dan kualitas proses pembelajaran.

(NW&RW)

Kamis, 11 Februari 2021

MGMP Matematika Sub Rayon 01 Wonogiri Telah Melaksanakan KKG Paket 1

 

Di masa pandemi covid-19 ini MGMP Matematika Sub Rayon 01 telah menyelesaikan Kegiatan Kolektif Guru (KKG) paket 1 Pengembangan Silabus, RPP, Bahan Ajar dan LKPD PJJ untuk mendukung Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Kegiatan Kolektif Guru ini  merupakan bagian dari 7 paket KKG yang diprogramkan oleh MGMP Matematika SMP SR.01 Wonogiri. KKG pada paket pertama ini dilaksanakan 3 pertemuan yaitu tanggal 27 Januari 2021, 3 dan 10 Februari 2021. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dengan menggunakan Microsoft Office 365 aplikasi Teams.

Kegiatan Kolektif Guru pertemuan pertama pada Rabu, 27 Januari 2021 dengan nara sumber Drs. Tarmo, M.Pd dan Sri Hartantiningrum, S.Pd, M.Pd. Kegiatan pertama diawali dengan prakata dari Ketua MGMP Sub Rayon 01 Gatot Wibowo, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan KKG ini adalah merupakan kegiatan rutin MGMP yang dilaksanakan oleh guru-guru matematika Sub Rayon 01 yang pelaksanaannya setiap hari Rabu, diharapkan untuk mengikuti kegiatan ini secara daring di microsoft office 365 aplikasi teams. Kegiatan pada pertemuan pertama ini akan membahas tentang Pengembangan Silabus, RPP dan LKPD. Sambutan oleh Widodo, S.Pd selaku Koordinator MGMP Matematika Sub Rayon 01, beliau mengatakan bahwa diharapkan semua guru di Sub Rayon 01 Wonogiri untuk dapat mengikuti kegiatan KKG untuk memotivasi pengembangan keprofesian guru dalam kariernya.  Materi pertama disampaikan Drs. Tarmo, M.Pd. Beliau menyampaikan bahwa kita sebagai tenaga pendidik dalam mengembangkan keprofesian berkelanjutan yaitu mengikuti kegiatan pengembangan diri dengan mengikuti diklat fungsional, publikasi ilmiah, karya inovatif dan  dengan aktif mengikuti Kegiatan Kolektif Guru yaitu dengan mengikuti kegiatan pada MGMP. Materi pengembangan silabus, RPP dan LKPD dikupas tuntas oleh Sri Hartantiningrum, S.Pd, M.Pd. Silabus yang terinclude dalam dokumen II kurikulum yang disesuaikan dengan Permendukbud no 61 tahun 2014. RPP merupakan dokumen III pada kurikulum disesuaikan dengan silabus yang disusun oleh guru. Setelah menyelesaikan kegiatan ini, peserta KKG diharapkan dapat menyusun silabus, RPP dan LKPD PJJ sesuai dengan pembagian tugas per sekolah, kemudian akan di presentasikan pada KKG pertemuan kedua.

Dokumentasi Kegiatan Kolektif Guru pada pertemuan pertama :

Kegiatan kolektif guru pada pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 3 Februari 2021 yang dengan nara sumber Sri Hartantiningrum, S.Pd, M.Pd. Pada pertemuan ini perwakilan dari masing-masing sekolah mempresentasikan LK penyusunan silabus, RPP dan LKPD PJJ yang dipandu oleh narasumber. Peserta KKG sangat aktif dan antusias, hal ini dapat dilihat diskusi yang sangat aktif dalam menanggapi presentasi yang disampaikan perwakilan dari tiap-tiap sekolah. Pada saat akhir dari kegiatan KKG pertemuan kedua ini narasumber memberikan penguatan lagi tentang point-point yang perlu diperhatikan dalam penyusun silabus, RPP dan LKPD PJJ di masa pandemi ini.

Pertemuan KKG pada pertemuan ketiga yang dilaksanakan pada tanggal 10 Februari 2021 dengan narasumber Gatot Wibowo, S. Pd dengan materi LKPD berbasis ICT PDF Interaktif. Peserta KKG mempraktekkan dengan membuka laptop kemudian mendownload aplikasi PDF escape.

Dokumentasi Kegiatan Kolektif Guru pada pertemuan ketiga :

.

Pada aplikasi ini peserta KKG dapat mengedit LKPD yang berbentuk PDF sehingga LKPD lebih praktis untuk diberikan kepada siswa. Peserta lebih antusias dengan materi PDF yang lebih interaktif.

Selasa, 12 Januari 2021

IMPLEMENTASI SEKOLAH DIGITAL DI SMPN 1 NGADIROJO


Berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri nomor 420/182 yang ditetapkan pada tanggal 15 desember 2020. Bahwa SMPN 1 Ngadirojo ditunjuk sebagai sekolah piloting pemanfaatan office 365 untuk pembelajaran. Pada awal masuk semester genap tahun pelajaran 2020/2021 hari sabtu 2 januari 2021 program sekolah digital ini telah di sosialisasikan kepada seluruh guru, karyawan, peserta didik, dan orang tua melalui streaming youtube. Sehingga program sekolah ini bisa dimengerti dan dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah dengan sebaik-baiknya untuk mendukung proses pembelajaran jarak jauh yang akan dilaksanakan di semeser genap ini.

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut Dinas Pendidiakn dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri pada tanggal 17 – 29 Desember 2020 telah menyelenggarakan diklat pemanfaatan office 365 bagi piloting sekolah digital yang diikuti oleh Pudi Sri Maryatmo, S.Pd, Antonius Darto Saputro, S.Pd, Lusita Indriaswati S.Pd, Herma Rusdianawati, S.Psi, Agustina Pujiastuti, S.Pust, yang merupakan Tim IT office 365 di SMPN 1 Ngadirojo, maka Kepala sekolah Hartanto, S.Pd., M.Pd melakukan program pelatihan dan pendampingan kepada seluruh guru di SMPN 1 Ngadirojo.

Rencana program ini dilaksanakan 4 kali pendampingan secara luring dan daring. Pada pendampingan pertama dilaksanakan pada hari selasa 5 januari 2021. Pada kegiatan daring memanfaatkan Microsoft Teams dalam melakukan meeting room yang diikuti oleh seluruh guru di SMPN 1 Ngadirojo. Diawali oleh Sutarjo, S.Pd.,M.Pd selaku host dan presenter yang menyampikan kegiatan pelatihan ini dilaksanakan secara luring dan daring dan mengedepankan protokol kesehatan.

Pada kesempatan ini Hartanto, S.Pd.,M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, maka seluruh warga sekolah diharapkan mendukung kegiatan ini dan melaksanakan secara maksimal. ”Program ini dalam rangka pertanggungjawaban kita kepada orang tua dan masyarakat, serta dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik” tegas Hartanto, S.Pd.M.Pd

Di akhir sambutan Hartanto, S.Pd.,M.Pd mengucapkan terimakasih kepada narasumber dan warga SMPN 1 Ngadirojo telah mengikuti kegiatan tersebut baik secara luring maupun daring.

Materi selajutnya disampikan oleh Pudi Sri Maryatmo, S.Pd. Pada kesempatan ini narasumber memandu proses aktivasi akun guru pada Mobile Exampro, melihat data presensi peserta didik dan mendownload hasil presensi tiap harinya baik dioperasikan di komputer dan di Handphone. Seluruh guru diminta untuk mempraktekkan, sehingga dalam mengisi jurnal guru dalam pembelajaran jarak jauh data kehadiran peserta didik mengacu pada absensi di mobile exampro.

Kegiatan pendampingan ke-2 dilaksanakan secara luring dan daring pada hari senin 11 januari 2021. Pada kegiatan ini Lusita Indriaswati, S.Pd selaku narasumber menyampikan materi cara membuat pengumuman, soal online dan memberikan skor pada pelanggaran serta pencatatan prestasi peserta didik. Kegiatan berlangsung dengan lancar dengan adanya interaktif dengan aktifnya peserta yang menanyakan materi baik secara daring dan luring. Narasumber menjawab pertanyaan dengan jelas sehingga peserta memahami dan mempraktekkan di Apliaksi Mobile Exampro.


Kegiatan pendampingan ke-3 dilaksanakan secara luring dan daring dan tetap mengedepankan protokol kesehatan, yang dilaksanakan pada hari selasa 12 januari 2021. Sebelum pendampingan ke tiga ini dimulai Sri Haryani, Sos selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan menyampikan tata tertib peserta didik yang di gunakan dalam proses pembelajaran jarak jauh terintegrasi dengan aplikasi mobile exampro, dijelaskan juga hasil evaluasi peserta didik selama 1 minggu dalam melakukan presensi swafoto selfie pada apliaksi tersebut yang sudah mencapai 80%. Sri Haryani, Sos menekankan kepada seluruh guru untuk selalu mengingatkan kepada peserta didik untuk setiap harinya untuk melakukan absensi di aplikasi Exampro, melakukan pembelajaran Vicon dan penugasan di Aplikasi Teams.

Selajutnya Antonius Darto Saputro, S.Pd selaku narasumber pada pendampingan ke-3 menyampikan materi Sway dan class notebook.  Sway ini merupakan aplikasi dari Microsoft Office yang memudahkan kita sebagai guru dalam presentasi yang interaktif, serta banyak hal lainnya. Dengan Sway tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk pemformatan. Mesin desain bawaan akan membantu menyempurnakan kreasi.

Lalu untuk class notebook sendiri merupakan buku catatan digital yang memungkinkan seorang guru untuk lebih mengenal karakter siswa secara individu. Kegiatan ini juga berlangsung sangat komunikatif dan interaktif. Peserta kegiatan ini menanyakan kepada narasumber baik secara daring dan luring. Narasumber menjawab pertanyaan dengan disertai contoh-contoh yang dipraktekkan dengan jelas sehingga peserta dapat mengikuti dengan baik.


Dari hasil pendampingan 1, 2 dan 3 seluruh guru diminta mengerjakan tugas sesuai petunjuk yang telah disampikan narasumber.  Lalu di rencanakan pada pendampingan ke-4 yang akan dilaksanakan pada minggu ke-3 bulan januari 2021 yang merupakan pendampingan terakhir akan ada diseminasi dari guru yang telah melakukan hasil praktek yang telah ditugaskan.

Dari hasil pelatihan yang dilaksanakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan guru dalam pengelolaan kelas berbasis office 365, meningkatkan kualitas proses pembelajaran berbasis office 365, meningkatkan kompetensi guru dalam penilaian pembelajaran berbasis office 365, meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun bahan ajar online interaktif berbasis office 365, meningkatkan kemampuan guru dan tenaga kependidikan dalam pengelolaan administrasi sekolah berbasis office 365, dan meningkatkan layanan informasi sekolah kepada orang tua siswa dan masyarakat.

.