Drs.Eko Sutantyo, M.Pd

Ketua MKKS Subrayon 01 Wonogiri.

Rahayu Widayanti, S,Si,M.Pd

Ketua Tim Kreatif Konten Pendidikan SMP Subrayon 01 Wonogiri

Pengurus MKKS Sub Rayon 01 Wonogiri

Ketua Tim Kreatif Konten Pendidikan SMP Bersama Pengurus MKKS Sub Rayon 01 Wonogiri.

Diskusi Program Tim Kreatif Konten Pendidikan Sub Rayon 01 Wonogiri

Aksi Nyata Memajukan Pendidikan di Kabupaten Wonogiri.

KREASI

Bergerak Bersama Pasti Bisa Untuk Wonogiri Sukses

Tim Kreasi01wonogiri

Bergerak Bersama Untuk Pendidikan Hebat

Bidang 1

Pengembangan Konten dan Inovasi Pembelajaran

Bidang 2

Publikasi dan Festival

Bidang 3

Seni Budaya

PASTI BISA

PASTI BISA

Jumat, 09 Oktober 2020

Berkreasi Dengan Musik

 

Sosok yang humoris dan penuh inspirasi. Lahir di Wonogiri pada 11 Maret 1968. Kiprahnya di dunia seni tidak diragukan lagi. Figur dengan nama lengkap Hery Susanto, S.Pd.,M.M. kesehariannya bertugas sebagai guru mata pelajaran bahasa Indonesia  di SMP Negeri 3 Wonogiri, beliau bertempat tinggal di Wonokarto Rt 02 Rw 08, Wonogiri.

Pendidikan formal (D2) Beliau tempuh di IKIP Semarang (sekarang UNES) jurusan seni musik pada tahun 1990. Sebenarnya beliau berkeinginan melanjutkan SI seni musik di Jogjakarta, akan tetapi karena sesuatu hal akhirnya Beliau kuliah  mengambil Jurusan bahasa Indonesia di Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo. Awal karinya sebagai guru, Beliau mengajar seni musik, dan seiring perjalanan waktu pada akhirnya setelah menyelesaikan SI Bahasa Indonesia, Beliau mengajar Bahasa Indonesia. Sampai kemudian Beliau melanjutkan studi S2.

Meskipun mengajar Bahasa Indonesia, Beliau masih aktif di bidang seni. Setiap ada kegiatan atau lomba  yang berkaitan dengan bidang seni musik, Beliau masih berperan aktif untuk diminta menjadi juri baik tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten.  Bakat seni yang dimiliki sudah terlihat sejak SMP. Bahkan ketika SMA bersama temannya, rela mengamen sampai daerah Purwantoro, Ponorogo dan Baturetno. karena memang sangat ingin menjajal kemampuan seninya.

Selain melaksanakan tugas sebagai pengajar, Beliau juga menjadi Pembina ekstrakurikuler drumband di SMP N 3 Wonogiri. Dunia yang tidak jauh dari seni. Grup drumband yang dibimbingnya selalu tampil pada acara peringatan HUT RI setiap tahunnya dengan gabungan grup drumband dari SMP N 2 Wonogiri. Beberapa kejuaraan drumband juga diraih oleh SMP 3 Wonogiri dibawah bimbingan Beliau. Karya seni musik ciptaan Beliau yang masih selalu dinyanyikan ketika upacara bendera di sekolah adalah lagu “Mars SMP Negeri 3 Wonogiri”.

Baru-baru ini Beliau menciptakan lagu yang berjudul “Mars Kreasi 01 Wonogiri”. Lagu tersebut tercipta dilatarbelakangi dengan terbentuknya Tim Kreasi Subrayon 01. Karena bakat seni yang dimiliki oleh Pak Hery Susanto maka Beliau ditunjuk untuk menciptakan lagu untuk Tim Kreasi 01. Jiwa seninya tertantang untuk selalu berkreasi dan terciptalah lagu “Mars Kreasi 01 Wonogiri”.

Lirik lagu maupun musik yang Beliau ciptakan diilhami dengan gambar logo yang menjadi simbol Tim Kreatif 01. Tekad bulat dalam tim untuk memajukan dan  meningkatkan dunia pendidikan di Kabupaten Wonogiri. Kata Kreasi yang memiliki makna kreatif, responsif, atraktif, dan berprestasi. Dari logo dan nama tim itulah tercipta ide-ide yang akhirnya dituangkan dalam bentuk lirik dan melodi lagu. Akhirnya Beliau berpesan melalui lagu yang berjudul “Mars Kreasi 01 Wonogiri”, mengajak para guru untuk selalu bersemangat/termotivasi untuk memajukan dunia pendidikan demi kejayaan bangsa Indonesia. Mengajak untuk selalu menjadi guru penggerak

Minggu, 04 Oktober 2020

ADIWIYATA OKE PEMBELAJARAN JUGA OKE


 MENGUBAH SAMPAH MENJADI MEDIA PEMBELAJARAN 

Nur Widhi Hastuti,S.Pd

Guru IPA SMP Negeri 2 Wonogiri

Pembelajaran Jarak Jauh dimasa pandemi memberikan tantangan tersendiri bagi guru maupun siswa. Pembelajaran ini menantang guru untuk kreatif dalam membuat media pembelajaran. Peranan media atau alat peraga menjadi sangat penting untuk memberikan pengalaman yang kontekstual terhadap siswa. Hamid Sholeh (2014:149) menyatakan bahwa media adalah alat penghubung antara guru dan siswa. Media adalah penyampai pesan dan informasi. Sehingga peran media sangatlah penting pada proses pembelajaran. Media Alat peraga mampu memperkecil obyek yang besar sehingga bisa ditampilkan dalam kelas, dan mampu memperbesar atau memperjelas obyek kecil yang sulit dilihat oleh mata secara langsung. Contohnya adalah sel darah, virus, bakteri atau penampang melintang struktur tubuh tumbuhan.

 

Struktur tubuh tumbuhan adalah salah satu materi yang dipelajari di kelas VIII SMP. Pada materi ini, siswa mengamati struktur tubuh tumbuhan secara langsung menggunakan mikroskop. Masalah yang muncul adalah belum tercapainya indikator membandingkan dan membedakan jaringan dasar penyusun akar dan batang tumbuhan. Ketidaktercapaian indikator tersebut disebabkan karena kurang terampil dalam pengamatan mikroskop, mikroskop tidak terhubung dengan LED, jumlah mikroskop yang tidak memadai, pengamatan tidak cermat, dan struktur jaringan tumbuhan tampak rumit bagi siswa. Solusi bagi guru adalah menggunakan media pembelajaran atau alat peraga.

 

Salah satu inspirasi pembuatan media yang mudah murah meriah adalah dengan pemanfaatan sampah. Sampah yang yang sering kita temuai sehari-hari dalam jumlah banyak adalah sedotan dan kertas. Kedua sampah ini dapat kita gunakan sebagai bahan dasar pembuatan media pembelajaran atau alat peraga.

Berikut ini adalah salah satu media yang bisa kita buat dengan bahan dasar kertas dan sedotan untuk materi Struktur Tubuh tumbuhan khususnya penampang melintang akar, batang maupun daun.

Alat dan bahan yang perlu disediakan dalam pembuatan alat peraga ini adalah :

Kertas bekas yang sudah dipotong memanjang dengan lebar kurang lebih 0,5 -1 cm, cuter/gunting, lem, kardus, atau kaleng mika bekas roti kering.

Cara pembuatan alat peraga penampang melintang akar atau batang ini adalah:

1.   Pertama kertas bekas yang sudah kita potong dengan lebar 0,5 – 1 cm, digulung dengan lem membentuk gulungan bulat. Teknik ini disebut paper quiling atau seni menggulung kertas. Kita bisa menggunakan bentuk gulungan kertas yang berbeda untuk membedakan lapisan jaringan, atau menggunakan warna yang berbeda.

       Berikut ini adalah bermacam-macam bentuk paper quiling

2.       Guntinglah kardus, kemudian bentuk mendadi tabung dengan ukuran pendek.


3.       Tempelkan paper quiling sesuai dengan penampang melintang struktur tubuh tumbuhan yang kita inginkan.



4. . Selain kardus, kita juga bisa memanfaatkan toples mika bekas kue lebaran yang tidak banyak dimanfaatkan.


5.       Alat peraga struktur tubuh tumbuhan menggunakan paper quiling dan sedotan



Dengan pembuatan alat peraga ini dapat kita bandingkan perbedaan penggunaan alat peraga menggunakan paper quiling dengan charta.


Selain guru yang membuat alat peraga, siswa juga bisa kita ajak aktif dalam pembelajaran dengan membuat penampang melintang akar maupun batang tumbuhan dengan kertas dan sedotan sesuai dengan kreatifitas mereka. Berikut ini adalah karya siswa dalam pembuatan alat peraga dengan memanfaatkan sampah atau barang tidak terpakai.



Pada materi struktur tubuh tumbuhan, media paling baik bagi siswa adalah pengamatan jaringan secara mikroskopis, namun apabila siswa mengalami kesulitan dalam identifikasi jaringan, maka alat peraga ini bisa menjadi solusi. Semoga tulisan ini mampu memberi inspirasi dan memberi stimulus bagi bapak ibu guru untuk berkreasi dalam memajukan dunia pendidikan serta menjaga kebersihan lingkungan.

Sabtu, 03 Oktober 2020

TIM KREATIF SUB RAYON 01 MENGGELAR “BELAJAR BARENG”

 

Tim kreatif subrayon 01 melaksanakan pelatihan bagi anggotanya secara luring dengan protokol kesehatan. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan efektifitas keterserapan materi. Kegiatan ini sepenuhnya diprakarsai oleh MKKS Sub Rayon 01 dibawah koordinasi Drs. Eko Sutantyo, M.Pd.  Pelatihan ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Wonogiri pada hari Sabtu tanggal 03 Oktober 2020. Dibuka oleh kepala SMP Negeri 1 Wonogiri Sri Nuryati, S.Pd, M.Pd serta ketua tim kreatif subrayon 01 Rahayu Widayanti,S.Si, M.Pd,  kegiatan ini menampilkan 3 materi pelatihan. Materi yang disampaikan adalah teknik penulisan berita, pembuatan Blog guru dan teknik pembuatan logo dan flyer.

Materi teknik penulisan berita disampaikan oleh nara sumber tim pengembang  konten Kabupaten wonogiri sekaligus pengarah tim kreatif Subrayon 01 yaitu Sriyono, M.Pd guru SMP Negeri 1 Wonogiri. dalam paparannya, disampaikan teknik dalam penulisan reportase atau berita yang baik. Salah satu poin penting dalam reportase adalah ADIKSIMBA ( apa di mana kapan siapa mengapa dan bagaimana). Poin dari kelimanya harus tercantum dalam sebuah reportase sehingga berita tersebut menjadi bernilai dan bermakna. Reportase juga akan menjadi menarik bila menampilkan berita yang faktual dan update atau tebaru.


Pembuatan blog guru disampaikan oleh guru penggerak Adiwiyata SMP Negeri 1 Ngadirojo, Pudi Sri Maryatmo, S.Pd. Pada sesi ini, paparan materi adalah teknis mengelola website Tim Kreatif Sub Rayon 01. Selain itu juga pemaparan tentang konten website serta materi-materi apa saja yang bisa dimasukkan ke dalam website tim kreatif Sub Rayon 01. Komposisi materi website dirancang untuk mewadahi semua aktivitas, kreatifitas dan inovasi guru SMP  Sub rayon 01. Selain itu, disampaikan pula materi pembuatan blog. Materi ini disampaikan kepada anggota Tim Kreatif Sub rayon 01 dengan harapan ke depan adalah setiap guru memiliki blog pembelajaran yang mampu memberi kontribusi dalam kemajuan dunia pendidikan.


Sesi akhir diisi materi  tentang teknik pembuatan logo dan flyer oleh Febrian Ery Prabowo, S.Pd dari SMP Negeri 3 Ngadirojo. Pada paparannya, nara sumber menunjukkan bermacam-macam gambar dengan tipe yang berbeda dengan keuntungan dan kerugiannya. Di akhir materi, tim kreatif sub rayon 01 belajar membuat logo dan flyer menggunakan aplikasi corel draw.

Dengan pembekalan tiga materi tersebut, diharapkan tim kreatif subrayon 01 mampu mewadahi serta menampilkan potret aktivitas, kreatifitas serta inovasi yang dilakukan oleh guru-guru SMP sub rayon 01. Dengan harapan publisitas ini mampu menginspirasi serta memberi kontribusi baik dalam peningkatan mutu dunia pendidikan.

Jumat, 02 Oktober 2020

GELISTA ESPENSA SONGSONG ADIWIYATA MANDIRI


Gelista adalah akronim dari gerakan literasi Espensa yang menjadi program SMPN 1 Ngadirojo untuk mendukung gerakan literasi sekolah (GLS). Literasi adalah seperangkat kemampuan dan keterampilan  individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini bertujuan  untuk  menumbuhkan minat  baca  peserta  didik serta meningkatkan keterampilan  membaca agar pengetahuan dapat  dikuasai secara  lebih baik. Materi baca  berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa  kearifan lokal, nasional, dan  global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik. gerakan literasi sekolah dicanangkan berdasarkan Peraturan  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 secara tersurat yang mengatur tentang GLS.

Adiwiyata adalah upaya membangun program atau wadah yang baik dan ideal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup untuk cita-cita pembangunan berkelanjutan. Adiwiyata  merupakan nama program pendidikan lingkungan hidup dan diharapkan mampu menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga di kemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggungjawab dalam upaya penyelamatan lingkungan. Setiap warga sekolah diharapkan ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat serta menghindari dampak lingkungan yang negatif. Program adiwiyata bukan sebatas nama program untuk tujuan lomba saja, tetapi bisa dilaksanakan oleh semua pihak yang peduli lingkungan hidup. Karena program ini terbukti mampu membangun karakter generasi bangsa.

Pada tanggal 27 September 2019 Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia mengeluarkan peraturan nomor P52/menlhk/setjen/kum.1/9/2019 mengenai gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah dan nomor P53/menlhk/setjen/kum.1/9/2019  penghargaan adiwiyata. Peraturan tersebut mengganti Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 05 Tahun 2013 tentang pedoman pelaksanaan program adiwiyata. Dalam peraturan dijelaskan tentang gerakan PBLHS yaitu gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah yang merupakan aksi kolektif secara sadar, sukarela, berjejaring, dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup. Dalam peraturan tersebut juga dijelaskan tentang penerapan perilaku ramah lingkungan hidup (PRLH) yang merupakan sikap dan tindakan warga sekolah dalam menjaga dan melestarikan fungsi lingkungan hidup

Sehingga disimpulkan bahwa Gelista Espensa merupakan kemaampuan warga SMPN 1 Ngadirojo dalam literasi  adiwiyata  dan memiliki keterampilan abad 21 atau di istilahkan dengan 4C yaitu communication (komunikasi), collaboration (kolaborasi), critical thinking and problem solving (berpikir kritis dan pemecahan masalah), creativity and innovation (kreativitas dan inovasi). Seperti diketahui bahwa SMPN 1 Ngadirojo yang memiliki visi mewujudkan warga sekolah yang disiplin dalam bersikap, luhur dalam berperilaku, unggul dalam berprestasi dan berwawasan lingkungan, merupakan sekolah adiwiyata nasional pada tahun 2018 yang sekarang ini akan maju menuju menjadi sekolah adiwiyata mandiri, dengan produk unggulan Jargo yang akronim dari jaran goyang (jahe racikan nggo tombo meriang), yang memiliki arti jahe ramuan untuk obat demam dan juga bisa untuk memperkuat kekebalan atau imunitas tubuh. Gerakan ini dilakukan seluruh warga sekolah dengan mengelola program SEKAM (sampah, energi, keanekaragaman hayati, air dan makanan) dan program penerapan 3R yaitu reuse (menggunakan kembali sampah), reduce (mengurangi sampah), recycle ( mengolah kembali atau daur ulang).

Peserta didik dalam melakukan kemampuan literasi ini dengan menulis puisi, cerpen,poster yang dimuat di dalam majalah Markiesa. Majalah ini merupakan majalah SMPN 1 Ngadiorjo berisikan karya peserta didik dan guru yang mayoritas bertema adiwiyata. Pada hari sabtu tanggal 19 okober 2019 Dr.Dra. Yuli Bangun Nursanti, M.Pd selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri berkenan meresmikan majalah tersebut di SMPN 1 Ngadirojo, yang pada waktu itu mengusung tema “Gerakan Literasi Tingkatkan Prestasi dan Wujudkan Adiwiyata Mandiri”. Beliau menyampikan capain-capain yang telah diraih SMP Negeri 1 Ngadirojo menunjukkan seluruh warga sekolah memiliki kartakter positif baik dalam bidang akademik maupun lingkungan dan mendukung penuh SMPN 1 Ngadirojo sebagai perwakilan kabupaten wonogiri untuk menjadi sekolah adiwiyata mandiri. “SMPN 1 Ngadirojo bisa menjadi model atau contoh bagi sekolah lain agar setidaknya bisa meraih capaian yang sama atau bahkan lebih baik lagi,” imbuh Kadinas P dan K Kabupaten Wonogiri.

TTidak hanya peserta didik saja tapi guru dan kepala sekolah juga melakukan gerakan literasi adiwiyata ini dengan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) yaitu publikasi ilmiah dan karya inovatif seperti membuat artikel populer ilmiah, penelitian tidakan kelas, best practice, jurnal, teknologi tepat guna dengan tema Adiwiyata. Ada yang membuat buku yang ber-ISBN antara lain berjudul: Adiwiyata Pasti Bisa, Adiwiyata Menggapai Cita, Adiwiyata dari Hati dan Adiwiyata Mengukir Prestasi. Ada juga guru yang membuat tulisan yang di upload di blog internet yang berisi karya PKB yang telah dilakukan dengan tema adiwiyata. Tulisan tentang adiwiyata juga dimuat pada bulan juni tahun 2020 ini di Jurnal INISIASI BAPPEDA yang ber-ISSN yang berjudul Inovasi Jargo Wujudkan Adiwiyata Mandiri di SMP Negeri 1 Ngadirojo Wonogiri dan Inovasi Masa Depan Dengan Akuaponik Wujudkan Adiwiyata Mandiri SMP Negeri 1 Ngadirojo Wonogiri.

Banyak juga para pendidik di SMPN 1 Ngadirojo juga membuat tulisan artikel ilmiah dan best practice dengan tema adiwiyata yang diterbitkan di media masa serta diikutkan dalam lomba antara lain: Gerakan Semut Sebagai Upaya Mewujudkan Sekolah Adiwiyata Mandiri di SMPN 1 Ngadirojo Kabupaten Wonogiri (Hartanto, S.Pd.,M.Pd), Tingkatkan Kesadaran Norma Melalui PLH Pada Pembelajaran PPKn ( Dra. Siti Rohayati), PBL Berbasis Lingkungan Sekolah Tingkatkan Pembelajaran Matematika (Lusita Indiaswati, S.Pd), BARKAS dalam Pembelajaran Seni Budaya (Retno Prawati, S.Pd), Recycle Dalam Pembalajaran Bahasa Inggris Tentang Teks Prosedur (Sri Lestariningsih, S.Pd), BLOKAR Tingkatkan Pembelajaran Matematika (Ronas Anjarwati, S.Pd), Pembelajaran IPS Berbasis Lingkungan Hutan Sekolah (Sutarjo, S.Pd, M.Pd), Teks Eksposisi Melalui  3R Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia (Ida Gunarti, S.Pd), Pemanfaatan Sampah Tingkatkan Hasil Belajar Pada Pembelajaran IPS (Sri Haryani, S.Sos), Tingkatkan Keterampilan Menulis Teks Deskripsi Dengan PLH (Sri Martuti, S.Pd), VoCard dari Kardus Bekas Tingkatkan Pembelajaran Bahasa Inggris (Sri Tursilo Hadiningsih, S.Pd), Pendekatan PjBL Membuat JARGO Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris (Sri Rahayu,S.Pd), Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Melalui Pembelajaran PAI (Apri Indriyati, S.Pdi ), Tingkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Puzle dalam Pembelajaran TIK (Sulisniyati, S.Kom), Pendekatan Konseling Realita Berbasis Adiwiyata Tingkatkan Kedisiplinan Siswa (Herma Rusdianawati, S.Psi), Adiwiyata dari Hati ( Maryati, S.Pd, Septi Puwaningtyas, S.Pd, Agustina Pujiastuti, S.I.Pust), Pendidikan Karakter Adiwiyata Terintegrasi Pada Pembelajaran IPA (Pudi Srimaryatmo, S.Pd)

Semoga dengan adanya Gelista Espensa ini mewujudan visi, misi sekolah yaitu mewujudkan warga sekolah yang disiplin dalam bersikap, luhur dalam berperilaku, unggul dalam berprestasi dan berwawasan lingkungan, mensukseskan program adipura kabupaten wonogiri dan mendukung adiwiyata yang di programkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sehingga SMPN 1 Ngadirojo akan menjadi Sekolah adiwiyata mandiri di kabupaten Wonogiri.(PSM)

Pertemuan MGMP Bahasa Indonesia Subrayon 01 Kabupaten Wonogiri dengan Tema “Serba- Serbi PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) di Masa Pandemi Covid-19” Digelar secara Virtual

MGMP Bahasa Indonesia SR 01 Kabupaten Wonogiri, hari ini, Kamis, 1 Oktober 2020 mengadakan pertemuan dengan suasana yang berbeda dengan mengambil tema “Serba-serbi PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) di Masa Pandemi Covid-19”.  Pertemuan ini mengambil tema tersebut karena dilatarbelakangi adanya banyak hal yang dialami para guru dalam melaksanakan pembelajaran secara daring ini. Di sini para guru bisa saling tukar/sharing pengalaman mengajar mereka. Tentu diharapkan secara tidak langsung akan menambah wawasan metode mengajar bagi guru-guru.

Kegiatan vicon ini dimulai pukul 09.00 sampai dengan pukul 11.00 WIB dan diikuti oleh seluruh guru mata pelajaran bahasa Indonesia di Subrayon 01 Kabupaten Wonogiri. Sebagai narasumber pada vicon ini adalah Bapak Sriyono, M.Pd., Ketua MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Wonogiri.

Peserta yang bergabung hingga akhir pertemuan sejumlah 44 orang dari data riil guru bahasa Indonesia di Subrayon 01 sekitar 80 orang. Ketidakikutsertaan guru pada kegitana vicon ini, karena ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan (mengikuti webinar yang lainnya; ada jam mengajar, dsb.). Ada juga yang tidak bisa bergabung di pertemuan vicon, karena akan menyelesaikan PTK. Semoga pada pertemuan-pertemuan yang akan datang seluruh guru bahasa Indonesia SR 01 bisa bergabung di link meeting room.   

Pertemuan hari ini diawali dengan pengantar oleh host, Bapak Sriyono, S.Pd., guru bahasa Indonesia SMP IT Al-Huda Wonogiri. Selanjutnya waktu diserahkan kepada moderator, Ibu Ernawati, S. Pd., M. Pd. selaku Ketua MGMP Bahasa Indonesia SR 01 Kabupaten Wonogiriuntuk membuka pertemuan. Beliau menyampaikan tujuan kegiatan adalah agar bapak ibu guru peserta vicon dapat belajar dari pengalaman mengajar selama PJJ ini dari guru-guru lain. Selain itu, guru diharapkan juga mau mengenal platform-platform lain sebagai tambahan wawasan.

Beliau berpesan agar peserta dapat mengikuti  kegiatan ini  sampai selesai dan bisa mengimplementasikan ilmu yang didapat  dalam kegiatan webinar kali ini. Diharapkan bapak/ibu guru lebih selektif dalam kegiatan PJJ ke depannya. Sesuai tema di atas, narasumber menyampaikan materi tentang platform-platform yang bisa digunakan oleh guru selama PJJ (pembelajaran daring). Beberapa platform yang beliau sampaikan di antaranya:  Rumah Belajar, Google Classroom, Belajar Online, Kelas Pintar, Microsoft Education / TEAMSFacebook Group, Telegram Group, Whatsaap Group.

Pengelolaan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) memang agak membutuhkan waktu, untuk menyiapkan materi pembelajaran, menyiapkan presensi, dsb. Bagaimanapun pembelajaran yang dilaksanakan guru diharapkan adanya keaktifan siswa. Menurut Bapak Sriyono, M.Pd. ada 3 hal yang harus diperhatikan dalam mengelola kelas belajar jarak jauh, yaitu: 1) Mengondisikan, 2) Aktifkan, dan 3) Umpan Balik. Untuk lebih mudahnya disingkat dengan akronim “MAU”.

Penjelasan dari akronim “MAU” adalah sebagai berikut: mengondisikan (dalam kelas daring, agar pembelajaran berjalan dengan baik dan siswa dapat menjadi partisipan aktif sebaiknya memperhatikan: Jumlah siswa yang bergabung dalam kelas daring, kemampuan siswa dalam menggunakan aplikasi, Sediakan waktu yang cukup untuk membahas topik, Jangan lupa untuk menyapa siswa/menyebut nama seperti berada pada kelas biasa, Alokasikan waktu tanya jawab saat pembelajaran berlangsung atau di grup (jika waktu kelas daring sudah habis) agar menjadi pembelajaran untuk semua partisipan), aktifkan( dalam pembelajaran jarak jauh bapak/ibu perlu mengaktifkan siswa. Hal-hal yang perlu diperhatikan di antaranya: penjelasan singkat dan sistematis. Hindari penjelasan teori panjang lebar, kalau memungkinkan, ada 1orang yang menjadi asisten untuk menampung pertanyaan atau mengurus hal lainnya, berilah tugas yang menyenangkan dan tidak terlalu banyak.m ateri belajar tidak harus sesuai dengan kuriulum (tidak harus menuntaskan materi)ebih fokus pada pendidikan kecakapan hidup, Sesuai minat dan kondisi setiap siswa, termasuk memperhatikan kesenjangan akses/ fasilitas belajar di rumah, Jangan lupa untuk memberikan pujian pada anak saat anak bertanya, berpendapat maupun saat mengumpulkan tugasnya, dalam kegiatan mengaktifkan siswa bentuk hasil tugas siswa dapat berupa, Foto, video, rekaman, tulisan, gambar, komik, puisi, cerpen, karikatur), umpan balik (Umpan balik yang diberikan sebaiknya bersifat kualitatif dengan cara memberi komentar langsung saat anak mengirimkan hasil tugasnya melalui WA, Messenger, Postingan FB, atau yang lain, umpan  yang diberikan sebaiknya dapat berguna bagi guru dan siswa, Umpan balik yang diberikan tidak harus dengan nilai kuantitatif)

Dalam pembelajaran jarak jauh banyak platform yang digunakan. untuk itu, guru perlu memilih beberapa platform yang sesuai dengan kondisi yang ada. Yang perlu diperhatikan pada saat memilih platform yaitu guru perlu memastikan bahwa platform tersebut benar-benar dikuasai oleh guru dan sudah disosialisasikan pada peserta didik.  pembelajaran jarak jauh perlu dirancang secara matang agar dapat memfasilitasi pembelajaran peserta didik secara optimal. Dalam pembelajaran  jarak jauh banyak kendala yang dihadapi baik guru maupun siswa. yang paling penting guru bisa mengkondisikan situasi yang ada dengan baik.

Pada kegiatan ini banyak manfaat yang bisa dipetik sehingga guru-guru bisa mengambil hal-hal yang baik untuk bisa diterapkan dan dilaksanakan di sekolah masing-masing. penyampaian materi ini sangat menarik yaitu membahas tentang serba-serbi PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) di masa pandemi, pada situasi pandemi Covid-19 ini , yang mengharuskan kita berkreasi dan berinovasi dalam pembelajaran. kita sebagai pendidik, harus berperan aktif dalam PJJ.

Di akhir paparannya, narasumber mengajak untuk selalu belajar, utamanya dengan platform–platform yang akan digunakan dalam PJJ. Moderator selanjutnya membuka sesi tanya jawab, narasumber menjawab beberapa pertanyaan dari peserta vicon. tepat pukul 11.00 kegiatan selesai dan semua berjalan dengan lancar.

Ada hikmah besar di balik situasi PJJ ini, yaitu kita “dipaksa” untuk belajar IT, kita “dipaksa” untuk sabar dan bijak menghadapai kendala yang ada, kita “dipaksa” untuk menghagai orang lain (meskipun dia adalah seorang siswa)

Semoga dengan kegiatan ini mampu menambah semangat kita dalam menghadapi kondisi pandemi ini serta mempererat tali silaturahim di antara guru mapel bahasa Indonesia di Kabupaten Wonogiri. Mari kita tingkatkan daya kreativitas dan inovasi kita dalam menghadapi pandemi  ini. Semoga Covid-19 segera lenyap dari bumi, pendidikan kembali “sumringah” dengan pembelajaran tatap muka di sekolah.